Jumat, 20 Mei 2016

Kisah Tiga Koruptor

Mumpung besok wiken, mo cerita yang ringan-ringan aja, ah.
Ini guyonan udah lama gue denger, udah dari masih kuliah kali, jadi mungkin bloggers juga udah ada yang pernah denger. Gue tulis ulang dengan berbagai perubahan, ya. Yang pasti, ini bukan guyonan orisinal ciptaan gue. Yakali gue bisa ngarang cerita yang kayak gini. Gue nggak sehumoris ini, Saudara :D


Alkisah, 
ada tiga orang koruptor dari tiga negara. Sebut aja negara G, H, dan I. Nggak perlu diperjelaslah ya huruf I-nya itu berdiri untuk negara apa, daripada ntar blog gue di-banned kayak blog-blog religius itu, ye kan?
Koruptor negara G mengundang kedua sahabatnya berkunjung ke negaranya. Di sana, ia menunjuk sebuah gedung mewah dan berkata dengan bangga, "Kalian lihat gedung di sana? Biaya pembangunannya 50% saya korup."
Koruptor negara H dan I manggut-manggut. 
Abis itu, giliran koruptor negara H yang ngundang. Di negaranya, dia menunjuk sebuah jembatan megah sambil berkata, "Kalian lihat jembatan itu? Biaya pembangunannya 70% saya korup!"
Kedua sahabatnya bertepuk tangan.
Sekarang, giliran koruptor negara G dan H berkunjung ke negara koruptor negara I. Sampai di sana, koruptor negara I menunjuk sebuah tanah mahaluas.
"Kalian lihat gedung olahraga bertaraf internasional di sana itu?"
Kedua sahabatnya bingung. "Gedung olahraga yang mana? Nggak ada apa-apa di sana."
"Karena biaya pembangunannya 100% saya korupsi."
Kedua sahabatnya menjura pada si koruptor negara I.


Nggak lucu? Nggak apa-apa. Selamat hari Jumat ^^

7 komentar:

  1. itu lah bukan korupsi lagi namanya :D

    BalasHapus
  2. hahaha... korupsinya maksimal :D

    BalasHapus
  3. Negara I-nya apaan sih Del? Kok penasaran..
    IKorea gitu atau ISeoul kali yah hehe..
    *Seoul bukan nama negara mbak...*

    BalasHapus
  4. Ampun... gedung olahraga yang itu? ;)
    Lucu kok mbak...lucu :D

    BalasHapus
  5. hahaha *tertawa miris* ngeri banget korupsinya negara I itu yah Mba Dela :( :(

    BalasHapus
  6. bwahahaaa juara banget korup 100 persen. mantap tuh pasti kalo pilek buang ingusnya pake lembaran duit

    BalasHapus

Mau komen? Silakan :)