Senin, 01 Oktober 2012

Dear HRD...


Jakarta, 10-6-2010


Yth. Bapak/ Ibu HRD



Bila Anda menolak saya dengan alasan kemampuan yang tak mencukupi ataupun karena jilbab saya, saya masih bisa menerima dengan lapang dada. Itulah sebabnya saya tidak pernah melamar pada posisi manajerial yang membutuhkan pengalaman yang sama minimal selama tiga tahun ataupun pada perusahaan yang memiliki peraturan khusus tentang berpakaian (misalnya rumah sakit, fitness centre, salon kecantikan, dan sekolah berbasis agama non-Islam). Karena saya tidak ingin memberikan Anda alasan untuk menolak saya dengan dua alasan di atas.
Tapi kemudian Anda menolak saya dengan alasan itu. Alasan terbodoh yang pernah saya dengar. Memangnya kenapa kalau saya seorang ibu rumah tangga? Memangnya kenapa kalau saya punya anak?
Sekarang, saya akan jelaskan beberapa KEUNTUNGAN yang akan ANDA dapatkan bila mempekerjakan SAYA, seorang ibu rumah tangga dengan satu anak. Keuntungan-keuntungan yang akan membuat Anda MENYESAL telah menolak saya dengan mempergunakan alasan terbodoh sedunia.
            Pertama: saya ibu rumah tangga yang melamar pekerjaan pada perusahaan Anda. Tidakkah itu berarti sesuatu bagi Anda? Kalau Anda terlalu bebal untuk mengerti, sini saya beritahu. Itu artinya saya sadar di mana posisi saya, apa risikonya bagi anak dan keluarga saya, tapi saya tetap melamar. Berarti saya sudah siap dengan apa pun yang akan terjadi kelak. Mengetahui risiko dan bersedia menempuhnya, tidakkah itu semangat yang seharusnya dimiliki oleh setiap karyawan?
            Kedua: coba periksa lagi hasil tes tertulis dan psikotes saya. Berani taruhan, saya akan berada pada posisi top. Adilkah bila membuang orang seberpotensi saya HANYA karena saya memiliki anak? Coba pikir lagi! Paling tidak, saya berhak mengikuti tahapan berikutnya, bukan?
            Ketiga: sebagai ibu rumah tangga dengan satu anak, apa sih, yang saya kejar? Kemapanan. Maka saya tidak akan menyia-nyiakannya dengan bekerja asal-asalan. Saya akan mengerahkan seluruh kemampuan saya, apalagi bila perusahaan Anda menawarkan jenjang karier yang bagus. Saya seorang yang cukup berambisi. Yang terpenting: saya tidak akan menjadi kutu loncat. Semua kepala perusahaan tahu betapa ruginya menerima pegawai dengan mental kutu loncat. Anda pun seharusnya tahu itu.
Keempat: saya telah memutuskan untuk menikah, berarti saya telah siap untuk setia. Maka saya tak akan sudi melakukan flirting-flirting norak pada pegawai maupun manajer ataupun bos di perusahaan Anda, apalagi sampai melakukan affair. Naudzubillah min zalik. Maka Anda dapat bernapas lega karena saya tak akan melakukan apa pun yang dapat menyebabkan kantor Anda dirusak gosip ataupun fakta murahan seperti itu. 
Dan, oh ya. Lain kali Anda berpikir untuk menolak seseorang dengan alasan "kamu seorang ibu rumah tangga," well, don’t! Pikirkan alasan lain. Lebih kreatiflah cari alasan lain. Anda kan HRD. Asal tahu saja, itu kali ketiga saya ditolak dengan alasan norak begitu.
Terakhir, terima kasih telah memberi saya kesempatan. Lain kali, bacalah CV saya dengan seksama bila perusahaan Anda memang tak menerima seseorang yang berstatus Ibu supaya saya tak usah membuang-buang waktu dan energi saya. Memangnya Anda kira enak datang jauh-jauh hanya untuk ditolak dengan alasan terbodoh sedunia?


Salam,

Dellafirayama

Eyaampun, abis ngacak-ngacak folder di laptop dan nemu surat ini, hihihi..
Ini saya ketik di HP dalam perjalanan pulang dari sebuah interview dan saya pindahkan ke laptop begitu sampai ke rumah. Niatnya mau saya kirim ke perusahaan yang bersangkutan, tapi nggak jadi. Karena saya pikir, bukan saya yang rugi, tapi mereka.
Jadi ceritanya ya, ketika Nadya sudah berusia 2 tahun, saya merasa saya sudah terlalu lama nggak punya penghasilan sendiri. Nggak asik banget, sumpah. Makanya saya minta izin Bapake dan Nadya untuk kerja lagi. 
Minta izin Bapake:
Saya (S): Yang, aku mau kerja lagi ah, boleh ya?
Bapake (B): Asal Nadya ngizinin dan kamu bisa bagi waktu.

Minta izin Nadya:
S: Nak, Mama mau kerja lagi, boleh ya?
N: Kelja?
S: Iya, supaya punya banyak uang. Nadya suka susu ultra kan? Beng-beng? *sebutin segala macem jajanan yang dia suka*
N: Suka.
S: Suka baju baru kan? Sepatu? Boneka? Mainan?
N: (mata makin berbinar) Suka.
S: Nah, kalo Mama kerja, nanti Mama bisa beliin semua itu buat Nadya. Jadi, Mama boleh kerja nggak?
N: (angguk-angguk semangat)

Belakangan, proposal ini jadi senjata makan tuan tiap kali Nadya minta beliin barang mahal dan saya tolak, dia akan bilang gini, "Kan Mama udah kelja? Kan Mama kelja buat beliin Nadya balang-balang?" Hadeeeeehh..
Anyway, setelah dapat izin, mulailah saya hunting. Nah, perusahaan ini cukup bagus, gaji yang ditawarin juga menarik. Tapi setelah melewati serangkaian tes dan di-interview, ketika HRD bilang, "Tell me about yourself" dan saya bilang kalo "I am married and I have one daughter," kening si HRD langsung berkerut dan ngomong, "Wait, wait. You are married?" Trus ngeliatin pasfoto saya trus ngeliatin saya dari atas sampai bawah, "But you didn't look like one!
(Emangnya married woman harus kayak apa sih, penampilannya? Nih HRD udah pasti nggak banyak gahol sama emak-emak metropolitan :p)
Saya jawab dengan wajah songong, "Maybe not, but I've wrote it on my CV. You didn't read my CV, did you?" (entah kenapa saya memang lebih songong kalo interview in English daripada in Bahasa).
Habis itu, dia keliatan ilfil gitu buat nerusin wawancara. Dan waktu hasilnya dikasih tau, yang ngasih tau juga sekretarisnya. Saya tanya kenapa, bukannya hasil psikotest dll saya bagus? Apakah karena saya ibu rumah tangga? Si sekretaris mengangguk enggan, "Perusahaan kami memang lebih prefer menerima pegawai yang masih single, Mbak." Makanya saya putuskan untuk menulis surat saja waktu itu karena si HRD nggak punya cukup keberanian untuk ngomong langsung di depan saya. Nggak adil kan, kalau saya marah-marah sama sekretarisnya?
Yah, ngeselin aja sih. Kalo pun emang ada kebijakan untuk mempekerjakan pegawai single, mbok ya CV dibaca dulu baik-baik. Jangan mentang-mentang di pasfoto kelihatan masih muda trus langsung telepon main panggil aja buat interview.
Ya udah, segitu aja. Cuma mau nyampah, hihihihi..

36 komentar:

  1. woooooww songong sekali ibu RT yang satu inii hihihi..

    keren tapinya :p ..nanti aku belajar ah cara songong saat wawancara #eh

    BalasHapus
  2. ish..bubil kereeeen...padahal mah kirimin ajah si surat itu Del, biar si HRD segera tobat bersongong ria hihihihi...

    tapi aku pernah lho ditolak gara2 pake jilbab..

    BalasHapus
  3. @santril_(robi's wife) Itulah Tril, abis itu gw jadi curiga jangan-jangan sebetulnya gw ditolak karena songong, ibu RT-nya itu cuma alibi, hehehe..

    BalasHapus
  4. @rindrianie Nggaklah Rin, biarkan aja itu jadi DeritaLoe buat mereka, hihihi..
    Ditolak karena jilbab padahal pasfoto kita jelas-jelas pake jilbab, aneh ya? Dari awal aja nggak usah dipanggil.. :(

    BalasHapus
  5. Masa kyk gitu jd HRD? Ke laut aje... :p

    BalasHapus
  6. ihh ngapa lo kaga jadi kirim ke tuh HRD ? *ikutan esmosi*

    berarti besok2 di CVnya, ketik married with 1 daughternya di bold, di underline, sama dikasih font ukuran 16 sekalian bok hihihihi ;p

    lagian tuh HRD gadungan amat sih, udah jelas2 diketik married yak..:D

    BalasHapus
  7. @Desi Padahal ingponya ud gw taro di atas loh Des, sebelahan sama pasfoto. Apa HRD-nya keburu jatuh cinta kali sama muka bidadari gw jadi yang laen nggak dibaca lagi :p

    BalasHapus
  8. HRD go**ok!
    (Hush!)
    Tapi beneran kesel banget deh ahahaha...Kenapa gak bilang aja sekalian karena salah terlahir sebagai perempuan? Udah kodratnya kan perempuan itu nikah, hamil dan melahirkan?

    Ah, jadi pengen posting tentang ketidakadilan dulu waktu masih kerja T^T

    BalasHapus
  9. gak asyik banget ah HRDnya :-D. Nadya kasih izin ya aku pernah loh isneg ke pascal untuk kerja lagi hasilnya ditolak mentah2 hehehe

    BalasHapus
  10. wuii diskriminasi banget ya... mana ada perusahaan kok maunya nerima yang single tok... aneh bin ajaib. :D

    BalasHapus
  11. kejam bgt itu perusahaannya, pasti isinya perawan tua semua *ngomong sama kaca* -___-"

    BalasHapus
  12. @Mila Said Ahahaha.. nggak kok Mil, justru pegawainya masih pada muda n cakep. Orang waktu tes tertulis yang dikumpulin rame-rame di satu ruangan itu, pesertanya juga pada kece. Trus panitianya dengan bangga bilang kalo perusahaan ini emang pake seleksi wajah karena perusahaan multinasional dan ketemu banyak orang, makanya bangga juga kok aku kepanggil, hihihi..

    BalasHapus
  13. @Mayya Iya tu, kasian ya mereka nggak jadi dapetin pegawai sekeren aku, hehehe..
    Sok atuh dibikin postingannya, May ;)

    BalasHapus
  14. @Lidya - Mama Cal-Vin Makanya aku tanya pas dia masih kecil, Mam. Kalo aku baru mo kerja lagi sekarang misalnya, pas umurnya ud 4 tahun gini, pasti dia juga nolak :D

    BalasHapus
  15. tapi alhamdulillah khan, akhirnya dikau dapat yang lebih baik sekarang???

    pns masih jadi pekerjaan yang paling banyak diminati oleh pencari kerja di indonesia lhoo :d

    *ga penting: contactku ilang semua saat bbku ku format (ya iyyallahh), tolong smsin lagi ya nomermu hehe

    -- Nia Angga --

    BalasHapus
  16. ih..gak banget deh tu HRDnya.
    Mustinya dari awal dibilang syarat2nya harus single, jd yang udah dobel gak buang2 waktu ikutan daftar *ikutan emosi* :)

    BalasHapus
  17. hrsnya di syaratnya tertulis single ya.. Jd jelas.. *ketok HRDnya

    Tp paka bahasa juga bs songong kok.. Bilang aja "Emang masalah buat loch kalo ibu rumah tangga??" Hehehe..

    BalasHapus
  18. @Adek Pooh Iya, alhamdulillah, emang bener di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan :)
    Etapi aku blom PNS loh Nia, kan aku ud pernah cerita ;)

    BalasHapus
  19. @keluarga Qudsy Ho oh Yan, itu juga yang bikin kesel. Lokernya cuma ngasih batas maksimal usia, nggak ngasih tau status. Tapi yah sudahlah, mereka ini yang rugi ;)

    BalasHapus
  20. @ke2nai Ahahaha.. trus ntar HRD-nya jawab, "Trus gw mesti koprol sambil bilang WOW, gitu?" Hihihihi..

    BalasHapus
  21. Ikut hihihi aja deeeh.
    Kan mamah udah keljaa, nadya naikin odong odong, dong Maaa
    *kabooor*

    BalasHapus
  22. hwahahahahhaa.. hajar, Dell, HRD-nya..
    etapi gw pernah ditolak sm perusahaan terkenal cm krn muka sm pas waktu interview, gw kyk anak bocah.. >0<

    oya, itu kok tahunnya 2011? bukannya tahun kmrn itu kita mmg udh sekantor?
    2010 mungkin ya dell?

    BalasHapus
  23. dari semua yg komen ko mbela mba del semua... saya ndukung HRD-nya aja ah, kenapa ko pilih yg single, mungkin HRD-nya juga single... siapa tau jodoh... haha

    BalasHapus
  24. hhaha, unek" banget tuh kalimat buat HRD nya yak .. untung dah ga jadi dikirim .. hehehehe

    Sebenernya itu berarti lo keliatan lebih muda kali mbak dari seharusnya .. ato gak laen kali ga usah kasi tau aja lo married mbak, kecuali kalo HRD nya nanya, toh CV juga suka ga dibaca kayanye :)

    BalasHapus
  25. @EYSurbakti Gw mah yakin banget tu HRD sebetulnya jatuh cinta waktu ngliat pasfoto gw, jadinya nggak baca CV lagi :p

    BalasHapus
  26. @ahayurumi Oiya 2010, itu udah gw koreksi. Tengkyu Awuuuuumm.. ;)

    BalasHapus
  27. Eyampun, padahal loe kan gak lagi ngelamar jadi Putri Indonesia kan, Dell ?
    Tapi ada hikmahnya gak diterima, Dell. Loe terlalu berkualitas untuk mencurahkan segenap pikiran dan tenaga bekerja untuk perusahaan yang begitu. Mereka gak pantas dapetin loe.
    Serius!

    BalasHapus
  28. @Indah Kurniawaty Ehehehe.. tengkyuuuu.. ^___^ Tapi kalo diliat-liat, gw cocok juga jadi Putri Indonesia. Apa ngelamar aja ya tahun ini? :p *nggaktaudiri

    BalasHapus
  29. Hai lagi!
    kok gak jadi dikirim sih??? aku takjub lho sama kata2nya :)
    satu lagi alasan....jadi pegawai baru, seorang ibu juga tahu diri gak pengen hamil dalam waktu dekat. dan kalau dia emang pingin punya anak 1 aja, keuntungan perusahaan gak perlu kasi ijin merit dan melahirkan! lumayan kan!!!

    BalasHapus
  30. @lulu Yup, bener banget. Aku juga waktu di kantor yang sekarang ini, tahun pertama aku nggak mo hamil dulu. Pas tahun kedua, baru deh ;)

    BalasHapus
  31. wah harusnya dikirim suratnya mbak..biar si HRD nya tau rasa...rugi menolak seorang Mbak Della..kata-katanya itu lhooo..dalam banget..hehe

    eh..jadi penasaran sama novelnya mbak della...cari di gramedia ah..

    BalasHapus
  32. @ceritasofi Iya, mereka rugi, aku untung. Kalo mereka nggak nolak aku waktu itu, aku nggak akan kerja di kantor sekarang :)
    Novelnya udah nggak ada lagi di gramed, Sof. Bisa beli online atau langsung hubungi penerbitnya (Serambi/Zaman) atau di toko buku bekas, hihihi..
    Mending beli yang kedua aja nanti, insya Alloh lagi on the way ;)

    BalasHapus

Mau komen? Silakan :)