Kamis, 05 Juli 2012

Golputlah dengan Bertanggung Jawab :)

Tanggal 11 Juli 2012 adalah hari Pilkada DKI Jakarta.
Mungkin di antara teman-teman ada yang sudah punya pilihan, ada yang memilih menjadi Golput (Golongan Putih) alias nggak memilih siapa-siapa dan nggak pergi ke TPS. 

Alasan teraneh yang paling sering saya dengar adalah, "Gue nggak mau dosa. Daripada gue pilih Si A terus ternyata Jakarta makin hancur, kan gue ikutan dosa karena milih dia?"
Kalau boleh kasih saran nih ya, sebagai orang yang bekerja di lingkungan pengadilan yang sering bertugas mengikuti jalannya sidang pilkada daerah, saya sarankan teman-teman Golput tetap pergi ke TPS, deh. Coblos saja semua calon daripada membiarkan kartu suaramu tak tercoblos. Soalnya, akan ada oknum yang dengan senang hati mencoblosi kartu suara atas namamu. Nggak mau, kan? Daripada dicoblosi orang lain, lebih baik kamu coblos sendiri, ya nggak sih? Bukannya sama-sama berdosa jadinya antara tidak memilih dan membiarkan kartu suaramu kosong sehingga orang lain bisa mencoblosinya?
Nah, kalau saya pribadi, sejak saya punya hak pilih, saya selalu mengikuti semua jenis pemilihan, apakah itu Pilkada ataupun Pilpres. Alasannya cuma dua sih, itu juga cetek banget, hehehe..

Pertama:
Saya orangnya nggak mau rugi. Pelit, begitulah. Prinsip saya, kalau itu memang jatah saya, kenapa nggak saya ambil? Dan kartu suara itu kan, termasuk dalam hak saya (lihat kan, betapa ceteknya? :p)

Kedua:
Saya ingin punya kambing hitam. Misalkan dari 6 calon Pilkada tahun ini, Si A, B, C, D, E, F, saya pilih salah satu calon dan ternyata calon saya itu kalah. Lalu dalam 5 tahun ke depan, Jakarta makin semrawut dan nggak aman. Saya bisa dengan pongahnya bilang, "Tuh, kan? Coba kalau calon saya yang menang, mungkin nggak akan begini."(yang pasti saya nggak akan pilih Si A, percayalah. Ribut-ribut mau bikin monorail baru sekarang, ke mane aje kemaren lima taon, Bang? Terus maksudnya apa tuh, "Pilih Nomor * Agar pembangunan tetap berjalan," maksudnya kalau dia nggak kepilih lagi terus pembangunan mandek, gitu? Ngancem dong itu namanya?)
Walaupun prediksi saya, kayaknya tahun ini masih Si A yang akan menang. Kampanyenya saja sering banget di TV. Semoga uangnya bukan dari uang Pemda :p 
Tapi saya akan tetap memilih karena balik lagi ke alasan pertama, sayang kalau hak saya disia-siakan. Dan saya lebih nggak rela kalau kartu suara saya disalahgunakan.

Ya, segitu saja, sih. Kalau mau memilih, pilihlah karena alasan logis, jangan hanya karena cinta, apalagi karena kesamaan suku. 
Kalau mau Golput, Golputlah dengan bertanggung jawab yaitu dengan tetap datang ke TPS dan gunakan kertas suaramu.
Happy Pilkada bagi warga DKI Jakarta ;)

32 komentar:

  1. emberaaan del, kayaknya si A yang bakalan menang lagi deh. Wong iklannya rajin banget wara wiri. Dan yang lebih kaget, pas kemaren nonton pelem di bioskop, sebelum pelem mulei, ada loohh iklannya doi jugaaak *tutup muka*

    BalasHapus
  2. Setuju Del, gunakan hak pilih dengan bijaksana *ini kesimpulanku nyambung nggak ya?

    Ehhh tapi menurutku belum tentu si A yang menang lho ya, bisa jadi D yang jadi kuda hitam :)*siapa tuuccchh...

    BalasHapus
  3. @Desi Eh, sama dong, aku juga kemaren, hari Minggu deng, nonton di bioskop dan disambut dengan iklan yang.. errrr.. no komen dah :p

    BalasHapus
  4. @Yunda Hamasah Yang D aku pesimis, Mbak Keke. Nama partainya udah tercoreng, temen aku aja banyak yang tadinya simpati akhirnya jadi antipati. Tapi mari berdoa semoga Jakarta diberi gubernur yang bukan Si A, aminnn.. udah bosen denger komentar-komentar nggak berkelasnya di tipi kalau ditanya soal ruwetnya Jakarta.

    BalasHapus
  5. Klo partai bermasalah mungkin semuanya gak ada yang sempurna,Del. Karena nila setitik bisa mencoreng semuanya. Yang pasti klo aku sih pada saat memilih pemimpin maka kategori pertama adalah kesolehan personalnya. Lalu gambaran akhlaknya di keluarga,masyarakat dan dunia politik sejak lama bukan pas jelang pilkada saja.

    BalasHapus
  6. @apriyati hatta Iya. Kalau kampanye adek gue, "Pilih yang udah jelas, deh." :)
    Kalau kampanye gue, "Siapa pun boleh asal jangan nomer 1," hihihihi..

    BalasHapus
  7. Aku dunk, ga akan milih, wong ga punya KTP jakarta *halah* qiqiqiqi

    Tapi emang ya bubil, dari semua kandidat keknya ga ada yg gimanaaaaaa gituh, malesin..

    BalasHapus
  8. aku juga gak ikutan milih sama kaya orinwong rumahnya dibekasi :)

    BalasHapus
  9. padahal aku pengen milih lho... apa daya ktp banten :(

    setuju aku ama dirimu. mending coblosin semua. kalo enggak, sobek2 aja sekalian hiihihi

    semoga jakarta bisa menjadi lebih baik ya. bagaimanapun juga saya cari penghidupan di jakarta meski tinggal ditempat lain hihi

    BalasHapus
  10. hehe, aku ga bisa milih, mba dela. jadi golput aja :P

    btw, btw, katanya ada beberapa yang masih pake dobel ktp ya, mba? atau gimana? aku juga bingung. ga terlalu ngikuti politik. -.-a

    BalasHapus
  11. Hahaha aku tau tuh A siapa...
    Kampanyenya emang keren banget. Di bioskop aja ada...
    Aku milih siapa yaaa hehe~ belum tau nih...

    BalasHapus
  12. @rindrianie Iya, Rin. Tapi aku tetap dengan prinsip, "Asal jangan yang A," hehehe.. Nyinyir abes kalo njawab pertanyaan wartawan. Mana tahan sih, punya gubernur kayak gitu.. :p

    BalasHapus
  13. @Lidya - Mama Cal-Vin Berarti praktekin pas pilkada Bekasi, Mam. Hehehe..

    BalasHapus
  14. @Adek Pooh Dibantu doa aja deh, Nia :D

    BalasHapus
  15. @Ila Rizky Nidiana Dobel KTP? Wallahua'lam, deh. Mudah-mudahan enggak, Ky :)

    BalasHapus
  16. @Tebak Ini Siapa Kalaupun golput, tetap dateng ke TPS ya, Na ;)

    BalasHapus
  17. pilih yg mana aja sama aja, kampanye nya semua bebas macet, bebas banjir, sekolah gratis, berobat gratis. dari dulu begitu2 aja kampanye nya. Biasa bangeeet.. itu janji2 palsu.

    coba klo ada cagub yang kampanyenya membebaskan para jomblo di jkt dari derita dengan cara cariin jodoh, lsg deh aku pilih yg itu.

    BalasHapus
  18. @Mila Said Ember, tapi selamatkanlah surat suaramu, Nak *mendadak sok tua :p*
    Iya ya, kok nggak ada yang kepikiran gitu ya, padahal potensi suaranya besar banget, tuh :D

    BalasHapus
  19. Sejak saya punya hak pilih, kayaknya belum ada 5 kali ikut nyoblos Mbak. BUkan karena gak ingin sih, tapi crowded di adminitrasi..

    misalnya gini, yg dulu katanya bisa bawa KTP, kebetulan saya di Surabaya jd saya ikut nyoblos di Sby tapi ternyata tetap hrs bw kartu pemilih pdhl kartu pemilih sayaa kan di desa nun jauuuh di LamPung sono {LAmPung ~ Lamongan KamPUNG}

    BalasHapus
  20. Walopun aku tinggal di Bekasi, tapi KTP masih tetep Jakarta.
    Dan tenang Mbak Della, aku juga akan mempergunakan hak pilih ku!
    Bukan demi tujuan mulia sih, alesannya tak lain dan tak bukan demi : bisa ijin ngantor setengah hari dengan alasan menggunakan hak pilih! *tutup muka*

    BalasHapus
  21. @Indah Kurniawaty Hehehehe.. Gpp kok Mbak, itu juga kayaknya yang jadi alesan temen-temen kantorku :D

    BalasHapus
  22. @Ririe Khayan Iya, waktu awal-awal emang bisa pakai KTP, tapi sekarang walaupun pakai KTP tapi nama nggak terdaftar di DPT, emang nggak boleh nyoblos. Bagus sih menurutku, jadi nggak ada pemilih siluman :D

    BalasHapus
  23. Klo kami yang di Sumatra, nonton episode berikutnya aja deh Jakarta itu jadi kayak gimana dengan pemimpin barunya nanti...Manatau kan tiba-tiba ibukota dipindahin ke Sumatra saking udah semrawutnya hahaha *minta ditoyor*

    Berdoa aja mdh2an Jakarta seperti kota New York deh *emang pernah kesana gituh?fufufufu...*

    BalasHapus
  24. @Mayya Hah? Tunggu, tunggu. Kamu bukannya di Makassar, May? Salah ingpo ya aku selama ini. Gpp juga kalo ibu kota pindah ke Sumatra, apalagi kalo Palembang. Aku tinggal mudik ke tempat mertua, hehehe..

    New York.. jauh amat.. jadi kayak Malaysia dulu deh yang deket. Walaupun identik dengan mal*ng, seenggaknya di sana penduduk asli hidup sejahtera (kliatannya sih gitu, aslinya wallahu a'lam..)

    BalasHapus
  25. Mbak della, semoga ndak cuma janji2 aja yaa yang di kampanye kan tapi di perjuangin dan di laksanakan janji2 para calon pemimpin Jakarta :D

    Hidup mbak della :D

    BalasHapus
  26. Mba Della, met kenal...kunjungan perdana nih :)

    Ngomongin soal kampanye, si A emang gencar banget tuh..dimana mana ada gambar kumisnya termasuk di bioskop sekalipun *tepokjidat*

    BalasHapus
  27. Pas baca tulisan ini, langsung deh ngasih pengumuman ke orang-orang rumah agar tidak menjadi golput :D

    BalasHapus
  28. @keluarga Qudsy Makasih kunjungannya, Dwi :)
    Iya, yang di bioskop itu yang nggak abis pikir dan bikin ilfil. Harapan saya mah tetep: semoga uang kampanyenya bukan uang Pemda :p

    BalasHapus
  29. @try2bcoolnsmart Iya, Kak. Kalaupun mau golput, tetep coblos kartu suaranya ;)

    BalasHapus
  30. della..
    potomu ama nadia ada di yahoo she,hihihi.. pertamanya yang ku hafal malah muka nadia, pas diliat-liat ehh emak della =D

    http://id.she.yahoo.com/foto/pembaca-yahoo-she-bergaya-matching-dengan-anak-slideshow/baju-matching-photo-1340967659.html

    BalasHapus
  31. @Nophi Eh iya, waktu itu di ruangan juga sempet heboh, hihihihi..

    BalasHapus

Mau komen? Silakan :)