Kamis, 26 Juli 2012

Minggu, 22 Juli 2012

Dan Lima Tahun pun Berlalu..

Hei, kamu!
Hari ini, lima tahun lalu, waktu kamu berjanji di depan penghulu dan orang tuaku, disaksikan sanak keluarga dan para tamu, kamu tau apa yang kupikirkan?
Aku berpikir, "Ini orang sudah gila. Dari jutaan gadis yang ada di seluruh dunia ini, dia malah memilihku sebagai istri. Setelah ini, apa lagi yang bisa kulakukan selain menjaganya di sisiku, seumur hidupku?" :')
Dan betapa indahnya setelah puluhan ribu jam berlalu sejak hari itu, debaran jantungku masih tetap tak karuan tiap kali kamu menggandeng tanganku. Betapa aku tetap merindui menit-menit tanpamu. Betapa aku menghargai telingamu yang rela mendengar segala keluh-kesah, gosip kantor, ide-ideku, semua sampah yang keluar dari mulutku. Dan betapa aku selalu ikut bahagia tiap kali kamu bahagia. 
Hei, kamu!
Bukan berarti kita nggak pernah bertengkar, ya? Justru aneh rasanya kalau menikah tanpa pertengkaran. Seingatku, hari pertama jadi istrimu pun, aku sudah membuatmu marah, hehehehe..
Tapi dari pertengkaran demi pertengkaran itulah kita banyak belajar. Kita tertatih-tatih mempelajari makna komunikasi (betapa seringnya ya, kita meributkan hal-hal yang ternyata hanya merupakan kesalahpahaman?). Diam-diam, aku mencontek kedewasaanmu berpikir (yang sayangnya hanya berhasil kucontek sedikiiiiiiiiiiiiiiiiitttt... sekali). Kamu pun mulai belajar mengungkapkan keinginanmu, alih-alih membiarkanku menebak-nebak.
Hingga akhirnya kita sampai pada satu akhir yang indah: saling memahami.
Tapi aku nggak janji nggak akan ada pertengkaran lagi di masa depan :D
Orang yang menikah setelah pacaran bertahun-tahun pun masih ada bertengkarnya, apalagi kita yang menikah kilat, ya kan? *pembenaran* 
Hei, kamu!
Lima tahun itu ternyata sama sekali nggak terasa, ya? Tiba-tiba saja ubanmu sudah bertambah. Tiba-tiba saja muncul garis-garis halus di wajahku. Tiba-tiba saja Nadya sudah masuk sekolah.
Mungkin benar apa yang dikatakan seorang sahabat padaku bertahun-tahun lalu, Waktu akan terasa cepat bila kamu habiskan bersama orang yang tepat.
Moga masih ada 10, 15, 20 tahun lagi yang akan kita habiskan bersama, ya? 


Terima kasih sudah memilihku :)

Jumat, 20 Juli 2012

Selasa, 17 Juli 2012

Being a Mother

Hush! Perempuan itu nggak boleh ketawa ngakak! Ora elok!
Cewek itu harus bisa masak, jahit, beberes rumah.
Ayo dong, Sayang, jangan main mobil-mobilan. Kamu kan, cewek.

Merasa familiar dengan kalimat-kalimat sejenis? Atau mungkin, sebagai orang tua, kita justru mengatakannya pada anak-anak kita?

Jumat, 13 Juli 2012

Yuna - Terukir di Bintang

Blame it to the Malaysia Truly Asia commercial yang tiap pagi wara-wiri di tipi nemenin saya masak, saya jatuh cinta pada lagu ini. Langsung googling dong, dengan kata kunci: Terukir di bintang, tak mungkin hilang, cintaku padamu (keyword kok panjang banget, hehe.. gara-gara liriknya itu yang paling nyantol di kepala).
Ketemu. Nama penyanyinya Yuna, orang Malaysia, and oh my, yang bikin saya tersanjung-sanjung gimana adalah bahwa penyanyinya berjilbab. Mungkin big deal buat banyak orang ya, tapi saya sering banget ikutan bangga kalau ada pekerja seni yang berjilbab. Nggak tau, ikutan bangga aja. Boleh, kan? :)
Nah, buat yang belum pernah dengar versi lengkapnya, please enjoy :)


Oh iya, abaikan liriknya. Emang rada nggak nyambung dan bikin nggak ngerti sebetulnya nih lagu bercerita tentang apa sih, cinta tak terbalas atau perselingkuhan, nikmati aja musiknya ;)

Senin, 09 Juli 2012

Pujian Tertinggi

Jadi ceritanya,
pada suatu hari, saya dipanggil Pak Bos sehubungan dengan kinerja (sering telat, Bo!). Yang bikin ketar-ketir adalah Pak Bos ini kalau kasih nasihat selalu dengan nada halus tapi tegas. Saya terus-terang lebih ngeri sama yang kayak gini daripada yang terang-terangan meledak (kayak waktu saya kerja sama orang Korea dulu, saya tambeng-tambeng aja tuh, kalau diomelin. Tapi sama yang sekarang.. oh my.. jangan sampai deh, saya bikin kesalahan.. T^T)
Jadi begitulah, setelah dinasehati dan dibilang, "Tidak ada alasan untuk keterlambatan. Kalau nggak mau terlambat, harus berangkat lebih pagi," saya tertunduk dengan bahu lemas. Lalu lanjutannya adalah, "Saya sendiri sudah bekerja di sini selama 25 tahun. Nggak sebentar lho, 25 tahun itu. Waktu saya mulai kerja, mungkin Mbak Della belum lahir."

Kamis, 05 Juli 2012