Selasa, 24 Januari 2012

Nonton Bioskop

Sebetulnya ya, saya masih bingung dengan definisi cerita lucu yang merupakan pengalaman pribadi. Apa bedanya dengan cerita ngenes binti mempermalukan diri sendiri, ya?
Karena tiap kali memikirkan cerita lucu pengalaman pribadi, yang teringat selalu yang kayak gitu, kalau nggak ngenes, ya mempermalukan diri sendiri, ataupun merupakan gabungan atau irisan dari keduanya.
Maka, melalui proses pemilahan dan pemilihan yang cukup panjang, saya memilih untuk mempublikasikan cerita yang menurut saya cukup lucu dan nggak terlalu ngenes ini. 


Waktu itu, sekitar November atau Desember 1991, waktu saya masih kelas VI SD (plis, nggak usah menghitung berapa umur saya sekarang, okeeeeeeee????), saya dan sahabat saya yang namanya Rini, sependapat bahwa kami sudah cukup dewasa untuk pergi nonton ke bioskop. Kami pun menabung selama seminggu atau dua minggu ya, lupa. Harga tiket nontonnya goceng.
(plis, nggak usah komentar tentang harga tiket t*wnty one-nya. Ini tahun 1991, inget?)
Dan film yang akan ditonton anak-anak dewasa ini adalah Beauty and The Beast versi Walt Disney. Kurang dewasa apa lagi, coba?




Dan pada pagi hari H, terjadilah percakapan seperti di bawah ini:
Rini : Del, nanti pulang langsung ganti baju terus ke bioskop Slipi, ya. Kita ketemu di sana jam 12. Soalnya pilemnya mulai jam 12 lewat sedikit.


Maka, hari itu saya pun pulang dengan hati gugup gempita karena dua hal: pertama, ini pertama kalinya saya nonton bioskop dan kedua, ini juga akan jadi pertama kalinya saya bohong pada orang tua soal ke mana saya akan pergi. Sebagai catatan, orang tua saya memang ketat banget dalam membatasi pergaulan keenam anak perempuannya yang kesemuanya merupakan kembang kampung Slipi-Petamburan dan sekitarnya (yang mau muntah, silakan di belakang, ya  ^___^). 
Jangankan pergi nonton bioskop, ke lapangan depan rumah pun harus dalam pengawasan penuh. Tapi terus terang, sekarang sih, saya sangat bersyukur dengan ke-over protective-an mereka saat itu. Bayangin dong, saya yang sesempurna ini... oke, kembali ke cerita semula.
Nah, berhubung saya dipingit dan satu-satunya sahabat saya yang lolos sensor tujuh lapis dari orang tua saya hanya Rini, tentu saja saya bilang saya mau main dengan Rini. Nggak bohong-bohong amat, kan? :p
Dan berhubung saat itu mall benar-benar barang baru bagi banyak orang, termasuk saya, saya menyamakannya dengan kondangan, di mana kita berpakaian semaksimal mungkin.
Euh. 
Sampai sini, kok saya pengen brenti ngetik, yaa..




Ya Alloh, semoga Nadya-ku kelak nggak akan membaca posting ini. Kabulkanlah, Ya Alloh.. amin..


 Jadi, saya pakai baju terbaik versi saya si 12 tahun saat itu: kemeja lengan panjang kotak-kotak biru-hitam, dimasukkan dalam celana jeans sedengkul, kaus kaki putih sepanjang setengah betis, dan sepatu pramuka yang warna hitam-putih itu lho, yang tingginya sampai mata kaki dan tali sepatunya warna putih, namanya sepatu apa ya, lupa..
(plis, jangan dibayangin. Okeeeeeeeeeeeeee??? *nutupin kepala pake ember*) 
Sampai di Slipi Jaya tepat pukul 12.00 dengan hati norak-norak bergembira, etapi kok bioskopnya belum buka dan Rini juga belum datang. 
Pukul 12.30. Loket sudah buka, Rini masih belum datang. Saya pun menuju telepon koin yang ada di sana dan menelepon rumah Rini (tahun 1991, ingat? Belum ada HP, Bo). 
Kata Mamanya, "Lho, Rininya kan ke Slipi. Katanya sama kamu?" suaranya mulai penuh curiga.
"Iya Tante, tapi belum sampai. Saya tunggu lagi, deh. Makasih ya, Tante."
Akhirnya, dengan asumsi Rini mengerjai saya (zaman saya itu sering banget lho ngerjain orang kayak gitu. Janjian di mana, tapi yang ngajakin malah nggak dateng-dateng), saya pun masuk dan mengantre tiket. 
 gambar pinjam dari sini

"Mau duduk di mana?" Mbak-Mbak Kasir nanya.
"Di mana?" 
"Iya, di mana?"
"Yang bagus di mana?"
"Ya Mbaknya maunya di mana?"
*Mbak-Mbak Kasir yang sangat tidak membantu*
Lalu, salah satu dari dua orang cewek Chinese yang antre di belakang saya ngomong, "Kenapa, Mbak?"
Nadanya ramah dan menyenangkan, panik saya pun langsung hilang.
"Ini orang nggak tau mau duduk di mana," si Mbak Kasir masih dengan nada ketusnya.
"Ooohhh... ya udah, duduk di sebelah kita aja," ia pun menyebutkan salah satu nomor, saya lupa, yang pasti itu ada di paling belakang, baris tengah.
"Rp7.500,00."
"Berapa, Mbak?"
"Rp7.500,00."
"Tapi kata teman saya goceng."
"Goceng dari mana? Tu-juh ri-bu li-ma ra-tus," dia mulai mengeja.
"Saya... cuma bawa goceng...." dan saya beberin deh tuh uang yang berupa lembar-lembar seribuan dan bonus beberapa logam recehan, hasil tabungan berhari-hari.
"Mbak, Mbak, biar saya yang bayarin," cewek Chinese itu bicara lagi. Akhirnya, saya dibayarin, duduk bareng mereka, tapi saya nggak ngomong makasih. Bahkan waktu diajak ngobrol pun saya diam saja. Mungkin karena doktrin Papa yang bilang jangan bicara dengan orang asing, apalagi kalau sampai dibayari. Dan saya sudah melanggar keduanya sekaligus. Gimana saya nggak parno, coba?



Lalu, lampu-lampu pun dimatikan. Jreng jeeeeeeeeeenggg..
Dan terpampanglah di depan saya, filmnya bukan Beauty and The Beast!!!
Saya langsung berdiri dong, Saudara-Saudara, sambil tak lupa berteriak, "Aduh, salah pintu! Ini bukan Beauty and The Beast!"
Lalu si cewek Chinese tadi menyentuh lembut tangan saya dan berbisik, "Ini baru iklan, fimnya mulai habis ini."
Dan saya duduk lagi. Mungkin dengan muka semerah kepiting rebus, untung gelap.
Esok harinya, si Rini marah-marah ke saya. Katanya saya ingkar janji, akhirnya dia nonton sendirian. Mana digangguin cowok-cowok. Saya bilang, "Bukannya elu yang nggak dateng? Mana harga tiketnya tujuh setengah, lagi!"
Dia tertegun, "Del, tujuh setengah itu kan di Pijay (Slipi Jaya). Gue bilangnya kan yang di Pasar Slipi."


APAAAAAAAAAAAA???!!!

Makanya, harus tepat banget deh nentuin tempat janjian sama saya, soalnya saya sering salah persepsi..  
Dan oh iya, kalau ada yang kenal dengan dua cewek Chinese cantik berkuncir satu, ber t-shirt biru muda dan pink, dan bercelana pendek yang pernah membayari seorang cewek culun di XXI Slipi Jaya, titip bilang terima kasih, yaaa.. 









Dellafirayama berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia
Disponsori oleh : Jeng Anggie, Desa Boneka, Kios108

62 komentar:

  1. haha salah persepsi kurang konsentrasi hehe..

    BalasHapus
  2. gggrrrr...hahahahkakakakawkwkwk..
    Aku suka yang bagian dikau langsung berdiri dan berteriak: "Aduh, salah pintu! Ini bukan Beauty and The Beast!" hhuwaaa..haha...

    *wajahkupun memerah karena ketawa*

    Ya allah, semoga Nadya tersesat baca blog ini kelak.. Amiin ya Allah... *ngakak lagi*

    Ya ampyuunn..Tak kusangka dirimu selucu itu..

    Sudah pasti ku masukin daftar peserta nih.. Makasih ya, BuBil..

    BalasHapus
  3. ya ampun mb,
    jd critany slah bioskop toh,
    uhm..kalo nadya tau gmn y,hehe

    BalasHapus
  4. "Aduh, salah pintu! Ini bukan Beauty and The Beast!"

    "itu baru iklan, mbak, filmnya belum mulai"

    nguakakaaaaaaaaaa.... itu lucu banget... *PLAK! ditampar della*

    BalasHapus
  5. hihihi..
    geli aku bacanya...
    apalagi mengingat kostum mbak prgi bioskop...
    (iya iya, sy tahu itu ngetrend banget tahun 1991)... hehehe

    BalasHapus
  6. salam kenal mbak, maaf baru bisa berkunjung. semoga sukses ya ngontesnya

    BalasHapus
  7. della... untunglah aku belum mengenalmu saat itu

    *wakakakakakakkakak

    BalasHapus
  8. @Asep Saepurohman Yup, bener banget. Tambah lagi kepedean sendiri, hehehe..

    BalasHapus
  9. @DewiFatma Aaaaa.. doanya tega beneeeerrr.. >O<

    BalasHapus
  10. @-ka
    iya Ka, itulah akibat nggak mau menyamakan persepsi, hehehe..

    BalasHapus
  11. @cindy wijaya nggaklah, nggak ditampar. Paling dicemplungin depan kali :p

    BalasHapus
  12. @Mine and Me Aaaaaaaaa.. Suci, udah dibilang jangan dibayangiiiiiiiiiinnn.. >O<

    BalasHapus
  13. @Nia Angga kalau udah kenal, pasti kita tambah lengket ya.. :D

    BalasHapus
  14. wakakakakaakakakakaakak ngakak guling2 jungkir-balik... =)) LOL
    speechless.. komment gw cukup lewat IP aja ya dell... klo koment di sini ntar tambah di tampar bolak-balik sm lo.. xixixixixixixixi

    BalasHapus
  15. @ahayurumi hush hush.. pait pait pait..

    BalasHapus
  16. hahahaha...jd ceritanya salah bioskop nech hihihihi.....maklum yach dulu belum ada hape jd kalo salah persepsi malah saling menyalahkan ingkar janji.....tp untunghnya dirimu pede yach beli tiket sndiri....untungnya lg ketemu sm orang yg baik...kalo kau mgkin dah balik pulang ngga jd nonton....

    terimaksih mabk della atas partisipasinya...sdh tercatat sbg peserta....

    BalasHapus
  17. mksudnya kalo aku dah balik pulang ngga jd nonton...ngga pede kalo nonton sendirian hihihi...

    BalasHapus
  18. @Mak Cebong 2 udah kadung nyampe sih, Jeng. Tanggung kalau pulang, hehe..

    BalasHapus
  19. Mudah2an Nadya ga nurunin sipat emaknya yg satu ini dah, hehehe

    BalasHapus
  20. @Sarah amin.. ya robbal alamiiiiiiiiinnn.. jangan sampe, jangan sampe *ketok meja tiga kali*

    BalasHapus
  21. nasib mujur tuh meski missed persepsi tapi teuteup bisa nonton dengan sukses..sukses juga bikin jengkel temennya tentunya ya...hehehe

    BalasHapus
  22. @Ririe Khayan dan juga sukses mempermalukan diri sendiri lewat posting ini.. T^T

    BalasHapus
  23. Oh Della, aku sampai cekikin sendiri, lucu amir ni Bu Bil ya...

    Nadya pasti juga akan ketawa kalau baca ini ;)

    BalasHapus
  24. @Yunda Hamasah aku malah berdoa semoga Nadya nggak nemuin posting ini :D

    BalasHapus
  25. meskipun memerah wajahnya karena malu tapi klo gratisan kan ndah masalah. . . . hehehhe

    BalasHapus
  26. bioskop kok ditonton
    kenapa ga masuk buat nonton pilemnya..?
    hehe piss

    BalasHapus
  27. mak Cebong 3 dataaaannngg :-)

    maap jeng tadi becaknya mogok jadi ekye telat nyampe dimari

    hahahaha, yuukksss maree gw langsung ngambil kalkulator buat ngitung berapa umur dikau sekarang

    ya ampyuuuunnn, kebayang deh ah waktu dikau bilang salah masuk karena pilemnya bukan Beauty and Tukul. mengamini doa Mak Cebong 1, semoga Nadya kesasar baca blog emaknya hehehe

    Thanks udah ngeramein Sawerannya mak Cebong Say. Lop yu somad :-)

    Kiss untuk Nadya dari Double Zee

    BalasHapus
  28. @susu segar nggak gratisan juga sih, kan yang dibayarin cuma sisanya, 2.500 :D

    BalasHapus
  29. @Mak Cebong 3jangan dibayangin ah, isin akuuuuuuuuuuu.. >O<
    Btw kalau udah mempermalukan diri sendiri kayak gini masih belum menang juga, kebangetan.. -_____-

    BalasHapus
  30. @Rawins soalnya kalau judulnya Peristiwa Memalukan Saat Nonton Film di Bioskop, kan jadinya kepanjangan.. :p

    BalasHapus
  31. hehehehe. . . . . tapi lumayan lah. . . . itung-itung bisa buat beli permen hehehe. .

    BalasHapus
  32. Hikmah dari cerita ini

    1. KKJB=Kecil-Kecil Jangan Bohong apalagi sama ortu. Gak ilok kata emak.

    2. Teliti sebelum berjanji,Slipi ternyata banyak tho, ada Pasar Slipi, Slipi Jaya, Taman Slipi, dl

    3. Diantara kita ada orang baik.

    Semoga berjaya pada kontes ini.

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  33. @Pakde Cholik Iya Pakde, habis itu kapok ngibul lagi. Makasih kunjungannya, Pakde ^___^

    BalasHapus
  34. Buahahaha, semoga anak mbak baca ini yaaaa...

    Ah Mbak Della, bilang jangan bayanginnya di kalimat akhir yaaa jelas sudah dibayangin lah. Mbak Della pake ccelana jins sedengkul kaus kaki panjang.

    Buahahaha... :p

    BalasHapus
  35. Huahaaa..bhuahaa...asli ngakak..
    ya allah gusti..
    ada ternyata kaya gini..
    Nadya,jangan baca cerita emakmu ini Nak..

    ngebayangin dulu,1991 kelas 4 aku kelas 6..
    salah pintu masuk,harusnya beauty & the beast,hahaa..
    dan kalimat terakhir yang aku bayangin lagi,wakkakakk...

    BalasHapus
  36. hahahahaaa.... ngakak guling2 gw baca tulisan lo Del...

    bisa2nyaaa... jaman2nya thn segitu (iyah 91, gw kelas VI juga) gw belom pernah nih nonton bioskop sama temen... wkwkwk... nonton Beauty and The Beast bbrp bulan kemudian, nunggu kaset betamax-nya keluar di rental video hehehehe...

    BalasHapus
  37. @Mama Olive amin Nchie, semoga Nadya nggak akan baca ya.. T^T

    BalasHapus
  38. @Lyliana Thia iya, biasanya juga ngerental, kalo nggak beli VCD-nya, tapi emang dasar nakal sih ya :p

    BalasHapus
  39. hahaha, seru sekali pengalaman nonton bioskopnya. syukurlah ada yg berbaik hati sama mbak :D
    kalau aku malah pertama kali ke bisokpon sama ortu dan nonton 'kabayan' :D

    BalasHapus
  40. hahahaha, jadi penasaran liat 21 pas zaman dulu buk del.. desember 1991, umur dhe baru 11 bula lho.. hahahhahah, jadi kita beda berapa tahun buk?? 12 tahun yaa?? #plak.. :p

    Ya Allah, semoga Nadya baca cerita ini.. biar dia tahu, kalo dulu mamanya sangat lucu.. :))

    BalasHapus
  41. Mbak,,, komentku koq ngilang,,,
    apa tadi belum ku send gituh ya... >.<a

    BalasHapus
  42. huaaaa... pelem bioskop pertama aku juga Beauty and the beast, di bioskop Megaria waktu itu. Tapi nonton nya sama Bokap & Nyokap jd ga ngerti harga tiket nya berapa. Tapi 7500 ya mahal juga, soalnya pas itu uang jajan ku sehari cuman 2000 perak :p

    BalasHapus
  43. @Pasti Taulah Siapa Ini kayaknya belum ke-send deh, Mas Haris. Soalnya aku cek di dashboard juga nggak masuk ke spam, kok :)

    BalasHapus
  44. @dunia kecil indi itulah, Ndi. Ortuku mengharamkan bioskop, makanya aku berangkat sendiri diam-diam, hahahahaha..
    Bersyukurlah Indi nonton pertama kali dengan ortu ^___^

    BalasHapus
  45. @dhenok habibie 21 zaman dulu nggak ada bedanya, paling beda tampilan luarnya aja. Dalemnya mah masih gitu-gitu aja, hehehe..
    Daripada nanti Nadya baca blog ini, mendingan aku ceritain langsung aja ke dia saat dia dewasa kelak :p

    BalasHapus
  46. Saleum,
    Asli ngakak saya mbak, hahaha... cerita lama itu memang seru untuk dikenang...

    BalasHapus
  47. hahaha..aku juga dulu pernah nonton di slipi...nnton forest gump, ama sepupuku *yg sekarang udah jadi putri indonesia "melanie putria (sapa nanya). masih culun, ikut2an sepupu doang. hehe...kelas 4 sd.

    BalasHapus
  48. @dmilano sebetulnya saya malah pengen lupain cerita yang ini, Bang. Cuma gara-gara tergiur hadiah GA-nya makanya saya ikutan :D

    BalasHapus
  49. @puteriamirillis Slipi pasar atau Slipi Jaya, Pu? :D

    BalasHapus
  50. hahahah............berani juga kecil2 liat biskop,,,
    tapi luchu bikin ngakan baca nya.. :)

    BalasHapus
  51. Astagaaa, Mbak, saya yang mbaca aja bisa merasakan betapa malunya pas kejadian itu... :D

    Untung aja ada yang berbaik hati nambahin... :)

    Kelas 6 SD? Saya nonton bioskop masih ditemani ortu saya. Hahaha :D

    BalasHapus
  52. Hahahaha... (saya ketawa dulu ya mba, sebelum kenalan..)

    Iggh gemesin banget sih mba ceritanya.. Bikin ngakak2 sendirian.. Btw, baik banget yang bayarin itu.

    Haaah.. puas ketawa, aku baru ajak kenalan deh.. Salam kenal.. ^^

    BalasHapus
  53. @Asop
    kalau bukan karena tergiur hadiahnya juga nggak bakal aku posting ini cerita, Peb. Ini mah malunya bakal sampai tujuh turunan kali :p

    BalasHapus
  54. @bebe
    salam kenal juga, Bebe :)
    Iya, baik banget. Makanya kalau ada orang yang bilang orang Chinese tuh gini gini gitu gitu, biasanya langsung saya bantah keras. Lha wong orang Chinese pertama yang saya temui malah buaaaaiiiikkk.. banget gitu, kok :)

    BalasHapus
  55. @Niar Ci Luk Baa Aaaaaa.. Niaaaaaaaaaaarrr.. *tutup muka pake kalender*

    BalasHapus

Mau komen? Silakan :)