Rabu, 11 Januari 2012

Buntalan Kemeja Putih Itu

"Meng...."
Suara mengeong pelan itu mengusik perhatian seorang gadis kecil yang sedang bermain di teras rumahnya. Ia letakkan bonekanya di lantai, lalu berjalan mendekati arah datangnya suara. Di dekat pagar, seekor kucing kecil berbaring lemah.
"Meng...." 

Kucing itu mengeong lagi. Si gadis kecil tertarik pada suara mengeongnya yang unik. Ia berjongkok dan mengelus kepala kucing itu. Si kucing tak menampik. Tampaknya terlalu lelah untuk itu. Pun seluruh tubuhnya gemetar, mungkin sisa hujan deras semalam.
Si gadis kecil berbalik, lari masuk ke dapur mendapati ibunya, "Mam! Mama! Ada kucing! Aku kasih susu, ya?" katanya sambil membuka kulkas dan meraih kaleng susu kental manis.
"Eh, kucing nggak bisa minum yang manis, Nak. Coba kamu kasih susu sapi."
"Tapi kita kan nggak punya, Ma?"
Mamanya berpikir sejenak, "Atau ini," mama menyendokkan semangkuk air dari nasi yang sedang ia tanak. "Air tajin," kata mama. Si gadis kecil berlari ke luar, mangkuk kecil berisi air tajin di tangannya. Ia angsurkan mangkuk itu di depan si kucing. Pertama-tama, si kucing menjilat sedikit air itu, lama kelamaan makin lahap hingga tandaslah isi mangkuk itu. Kemudian, si kucing menengadah, menatap wajah si gadis kecil, lalu kucing itu berjalan mendekat dan menjilati tangan si gadis kecil. Dan si gadis kecil langsung jatuh hati.
Ia menamai kucing itu Si Meng, sesuai bunyi eongannya yang tak biasa. Ia buatkan Si Meng "rumah" dari kardus yang diisi kain-kain perca supaya Si Meng merasa hangat pada malam hari. Atas anjuran mama, ia juga mengajak Si Meng setiap pagi dan sore pergi ke lapangan di depan rumah untuk toilet training.
Setiap pulang sekolah, Si Meng yang ia ajak bermain. Si Meng juga menjadi tempat curhatnya. Perasaan yang begitu besar, ternyata menular ke sekitarnya. Dalam sekejap saja, semua teman dan tetangganya juga menyayangi Si Meng.
Si Meng sekarang sudah besar, sehat, dan lincah. Si gadis kecil paling senang berdiri di hadapan Si Meng sambil mengayun-ayunkan seutas tali, sebab Si Meng akan berdiri dengan dua kaki belakangnya dan berusaha meraih tali itu dengan kaki kanan depannya.
Kemudian, datanglah hari itu. Si gadis kecil sedang tidur siang di kamarnya, ketika pintu kamarnya digedor-gedor Rumi, tetangganya.
Ketika pintu dibuka, Rumi menyerbu masuk dengan wajah berlinangan air mata, "Del, Si Meng, Del."
"Si Meng kenapa?"
Rumi tak berkata lebih lanjut, ia hanya meraih tangan si gadis kecil dan menariknya keluar, setengah berlari. Di lapangan, tampak banyak orang berkerumun. Di tengah mereka, berdiri seorang lelaki tinggi kurus, wajahnya pasi dan tampak ketakutan. Ia hanya menggunakan kaus singlet, walaupun bercelana panjang rapi. Ketika si gadis kecil datang, orang-orang yang merupakan tetangga dan beberapa orang tua teman-teman bermainnya, langsung berseru-seru, "Ini dia orangnya, Del! Dia yang ngelindes Si Meng sampe mati!"
Ngelindes? 
Si Meng?
Mati?
Tiga kata itu berputar berulang-ulang di benak si gadis kecil. Ia merasa kakinya tak lagi menapak. Satu langkah, dua langkah, perlahan ia mendekat. Kerumunan itu pun membuka jalan. Tatapannya tertumbuk pada buntalan itu, seonggok benda yang diselimuti kemeja putih penuh bercak merah kehitaman. Ia tatapi onggokan itu dengan nanar. Lalu, ia tersenyum lega.
"Itu bukan Si Meng," katanya tegas.
"Tapi...." terdengar beberapa suara membantah.
"Itu bukan Si Meng! Itu cuma kemeja! Apa kalian semua nggak lihat? ITU CUMA KEMEJA!!!"
Lalu ia berbalik dan kembali ke rumah. Konon, kemeja putih beserta onggokan di dalamnya itu, dikubur entah di sudut mana di lapangan itu. Yang pasti, tak ada air mata menetes dari si gadis kecil. 
Si Meng tidak mati. Ia hanya pergi. Sebentar lagi juga ia kembali, begitu pikir si gadis kecil. 
Ia tak mau lagi memelihara binatang apa pun, sebab khawatir Si Meng akan cemburu bila ia pulang nanti.


 apa yang lahir di alam, biarkanlah tetap di alam






Della berpartisipasi dalam “Saweran Kecebong 3 Warna” yang didalangi oleh Jeng SoesJeng DewiJeng Nia. Sponsored by: Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108.
Read more at: http://keluargazulfadhli.blogspot.com/2012/01/saweran-kecebong-3-warna.html
Diambil dari tulisan aslinya di http://keluargazulfadhli.blogspot.com/

Della berpartisipasi dalam “Saweran Kecebong 3 Warna” yang didalangi oleh Jeng SoesJeng DewiJeng Nia. Sponsored by: Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108.

berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia, disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108

Read more at: http://keluargazulfadhli.blogspot.com/2012/01/saweran-kecebong-3-warna.html
Diambil dari tulisan aslinya di http://keluargazulfadhli.blogspot.com/

37 komentar:

  1. Aku pernah menemukan mamaku menangis sesunggukan di dapur. Ketika kutanyakan, ternyata anak anjing kesayangannya mati dilindas bus. Setiap kehilangan selalu menghadirkan tangis, ya. Padahal mungkin saja itulah yang terbaik :)

    Ok, cukup kultik (kuliah 3 detik) dari Mak Cebong 1. Terima kasih atas partisipasinya, sudah dicatat sebagai peserta di Buku besar Keluarga Cebong :D

    BalasHapus
  2. Mak cebong 2 datang menyapa....Mbak Della makasih atas partisipasinya...sdh tercatat sbg peserta.....


    kalo dulu waktu aku msh kecil...aku pernah lihat kakakku nangis sesenggukan gara2 kelinci kesayangannya mati krna kedinginan.....akhirnya kelincinya dikubur...dan setiap hari kuburannya dikasih bunga....

    BalasHapus
  3. @Jeng Dewi n Jeng Nia: sama-sama, terima kasih juga atas kontesnya ;)
    @Ian: alhamdulillah.. ^_^

    BalasHapus
  4. ini cerita sedih atau cerita lucu buk bil?? hehe :D

    dhe baca di awal ampe kebawah kok kayaknya rada sedih, ee pas dibawah agak sedikit tertawa ketika membaca cuma kemeja putih..

    BalasHapus
  5. ada si meng ..training toilet hehee..

    BalasHapus
  6. bagussss cerpen nya...

    tapi ga semua kucing ga suka manis loh.. kucing2 ku dirumah suka kue tart, sampe mentega2nya di jilatin licin. Trus suka es krim -_____-"
    klo roti tawar ga mau, tp klo donat Jco suka banget.

    BalasHapus
  7. @Dhe: tadinya mo bikin cerita sedih, Dhe. Emang dasar urat cerianya kebanyakan kali ya, tadi aja di tengah-tengah mo dibikin jadi komedi gitu, tapi masa cerita sedih dibikin komedi, nggak etis sama Si Meng ;)
    aku sebetulnya lebih lucu pas ngebayangin muka si pelindasnya itu (sampe sekarang aku masih inget lho, mukanya -___- itu bener2 kayak maling ayam ketangkep basah, dan kayaknya emang orang-orang udah mau mukulin dia, tuh :D
    Ih, padahal itu kan bagian paling sedihnya, saking dia nggak mo ngakuin kalo Meng udah meninggal. Dhe payah ni :p

    BalasHapus
  8. @Nchie: iya, toilet training. Bingung istilahnya apa :D

    BalasHapus
  9. @Mila: haaaaaaahhhhhh???? Mau dong jadi kucingnya Mila #eh

    BalasHapus
  10. aku yakin ini cerita sedihhh....hiks...

    BalasHapus
  11. apa? jadi bener si meng mati? bukan dibuang diem2 sama mama-papa karena pada asma? jadi yang pada akhirnya balik pas hamil itu bukan si meng? *syok setelah bertahun2 percaya si meng dibuang*

    BalasHapus
  12. skrg udah berani miara meng yg lain ga ???

    BalasHapus
  13. @Pu: *peyuk Pu
    @Adu: ingatanmu terdistorsi, Nak :D
    @Mimi: nggak dong Mi, kan masih nunggu Si Meng pulang ;)

    BalasHapus
  14. sepertiiinnyyaaa akuu tauu cerita ini hihihi
    moga menang ya neng..

    BalasHapus
  15. Yo-i Nia, pasti dikau tau cerita ini ;)

    BalasHapus
  16. Si bapak dalam cerita itu sebanarnya agak patuh juga dengan mitos. mitos yg berlaku dalm masyarakat adalah pa bila ada kucing yg terlidas mati maka harus dibungkus dengan pakaian org yg bersangkutan,
    apapun itu, =cerita ini sangat menarik pembacanya
    saleum dmilano

    BalasHapus
  17. binatang peliharaan seringnya juga menjadi sahabat setia manusia, andai mati maka tak sedikit yg akan menangisi kepergiannya

    semoga sukses ya dgn kontesnya :)

    BalasHapus
  18. @dmilano: iya, saya juga dibilangin gitu sama orang tua, katanya kalau nbarak kucing harus dikubur dengan pakaian orang yang nabrak, kalo nggak bisa sial. Aneh, ya, trus kenapa kalo nabrak orang bisa ditinggal kabur? Miris sebetulnya..
    Btw, makasih ud mampir ;)

    BalasHapus
  19. @ely: enak kalo bisa nangis, Mbak. Kalo nggak, nyesek terus.. -___-

    BalasHapus
  20. asik2, ikutan giveaway nih yeee, kalo dapet aku bagi2 yah Mbak :D

    BalasHapus
  21. asik2, ikutan giveaway nih yeee, kalo dapet aku bagi2 yah Mbak :D

    BalasHapus
  22. @Sarah: makanya doain dapet dong ;)

    BalasHapus
  23. waduh, kyknya lg musim kecebong ya didunia blogger? abis disana sini aku temuin trs kok...hehe..
    semoga menang ya..

    BalasHapus
  24. @Penghuni 60: yo-i, udah ketagihan GA sih. Lagian hadiahnya juga menggiurkan ;)

    BalasHapus
  25. aku menjagokan tulisan ini sbg pemenangnya. hehee..

    BalasHapus
  26. Aaaaaaa.. Mbak Fanny, terima kasiiiiiiiiiihhh.. *blushing*

    BalasHapus
  27. Mba Della.. sukses yaaa kontesnya ^_^

    BalasHapus
  28. Jeng Della, maapkeun ekye baru mampir dimari. Mak Cebong 3 lagi holidei neh jadi susyeee mo ngenet :-)

    Waaahhh untung orang yang nabrak bertanggung jawab yah, mo memakamkan si Meng dengan baik dan benar *LHO??*

    JAdi sekarang dikau ga punya piaraan lagi dunks? Kalo gw mah cukup miara cacing di perut, gampang kasih ngempaninnya

    Thanks yah Jeng Della atas partisisapinya. Masih ada 2 kategori lagi tuh kalo dikau berminat :-)

    BalasHapus
  29. Biarlah yang dari alam kembali kealam.. unkapan itu yak muncul kecuali hanya dari seseorang ya Bijak dalam menghadapi kehidupan Mba... terima kasih semoga lekas Simeng damai disana.

    BalasHapus
  30. Hiks.. Dellaaa.. Aku jd inget almarhum si Ebeng.. Hiks... Kucing kecilku yg mati gara2 cacingan.. Huhuhuuu...

    Semoga menang ya del.. Sedih ceritanya.. Hiks...

    BalasHapus
  31. @Dee: makasiiiiiihhh.. ^___^
    @Jeng Soes: enaknya yang lagi holidei..
    Pengen ikutan yang kategori 1 aja ah, nanti kalo ikut tiga-tiganya trus menang semua, kan repot eyke.. :p

    BalasHapus
  32. @Choirunnangim: amin.. makasih doanya ^_^
    @Thia: pasti ngerti kan gimana sedihnya akyu.. T^T

    BalasHapus
  33. sedih banget ceritanya...
    baca tulisan saya juga yah..

    BalasHapus
  34. @Om Tiger: segera menuju ke TKP ;)

    BalasHapus
  35. Sedihhh...
    Sukses mbak kontesnya...

    BalasHapus

Mau komen? Silakan :)