Kamis, 31 Agustus 2017

Hadiah Giveaway dari Beauty Journal + Skincare Routine

Assalamualaikum, Bloggies ^^
Mau cerita, gue pernah ikut giveaway yang dibuat Instagram @beautyjournal dan terpilih jadi salah satu pemenang. Hadiahnya tuh paket skincare senilai Rp1.000.000,00. Lumayan banget, kan. Waktu itu persyaratannya bikin video tentang cara kita merawat wajah, lalu diposting di IG.
Ini yang gue posting:



Ini pengumuman hadiahnya:


Dan ini paket yang tiba di rumah:

Skincare Routine untuk kulit kering

Isinya Cosrx Ultimate Nourishing Rice Overnight Spa Mask, Cosrx Hyaluronic Acid Hydra Power Essence, Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Eau Thermale Avene, dan aneka sheet mask dari Medi Heal. 
Berhubung skincare harus dicoba satu-satu, makanya gue nggak langsung posting. Gue harus pastikan dulu kalo produk ini cocok di kulit gue sebelum gue bikin reviewnya, he he he....
Yuk kita mulai.

1. Cosrx Ultimate Nourishing Rice Overnight Spa Mask

Skincare Routine untuk kulit kering

Skincare Routine untuk kulit kering

Sesuai namanya, ini masker dipakai sebelum tidur. Dari pemakaian pertama aja udah langsung terasa besokan paginya kulit gue jadi lebih kenyal dan lembut, jadi gue terusin pemakaiannya sampai sekarang.

2.  Cosrx Hyaluronic Acid Hydra Power Essence

Skincare Routine untuk kulit kering

Hyaluronic acid ini lagi happening banget kayaknya karena konon mempunyai kemampuan meningkatkan kandungan kelembapan kulit. Sebetulnya, hyaluronic acid sendiri diproduksi secara alami oleh tubuh. Tapi seiring bertambahnya usia, produksinya makin menurun. Makanya dibutuhkan "bantuan" dari luar. Apalagi buat gue yang jenis kulitnya kering.
Penggunaan HA ini kayaknya berbeda-beda di kulit setiap orang, ya. Di gue, efeknya baru terlihat setelah pemakaian rutin setiap pagi dan malam selama satu pekan. Wajah jadi lebih cerah, lebih kenyal, lebih halus, dan warna kulit jadi lebih merata. Ada saat-saat di mana bahkan setelah dua pekan pemakaian, dengan pongahnya gue nggak mau pakai bedak di wajah karena gue bangga banget dengan tekstur kulit wajah gue yang sekarang, wkwkwkwkwk....

3. Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Skincare Routine untuk kulit kering

Sebelum dapet paket ini, gue emang udah pake Cetaphil Gentle Skin Cleanser ini sih, dan cocok. Cocoknya dalam arti nggak ada efek samping apa-apa :D

4. Eau Thermale Avene

Skincare Routine untuk kulit kering

Errrr... yang ini belum gue pakai karena yang Wardah face mist-nya belum habis. Kan motto gue "Pakai dulu yang ada sampai habis, baru pakai yang lain" :D
Nanti kalau udah gue pake, akan gue bikin postingannya, ya ^^

5. Sheet Mask dari Medi Heal

Skincare Routine untuk kulit kering

Ini juara banget. Semuanya udah gue pakai dan bikin lembap wajah. Favorit gue yang warna hitam, WHP White Hydrating Black Mask Ex. Sesuai judulnya, sheet mask ini warnanya hitam, tapi yang bikin gue suka adalah setelah dibuka, cairan yang tersisa di muka tuh nggak sebanyak sheet mask pada umumnya, jadi nggak perlu kelamaan dipijat-pijat. Udah gitu teksturnya paling asik.
Jadi, sekarang gue punya skin care routine baru ^^

Selasa, 29 Agustus 2017

CNBLUE Between Us in Jakarta 2017

CNBLUE Between Us in Jakarta 2017

Alkisah, tersebutlah seorang perempuan yang nggak pernah terlalu hype pada satu idol group. Termasuk idol Korsel, sesuka apa pun dia terhadap drakor. 
Hingga CNBLUE datang.
Perempuan ini pun bertekad, CNBLUE harus jadi konser pertama yang ia datangi. Dan itulah yang terjadi. Walaupun sempat tertunda empat tahun dari konser pertama mereka di Jakarta, he he he....
Konsernya sendiri sih udah lewat lama banget, 15 Juli. Tapi guenya baru sempet nulis sekarang, wkwkwkwk....
Berangkat bareng Novi dan Ilmi, terus janjian ketemu sama Virgi dan Lia di sana. Acaranya sendiri berlangsung di ICE BSD. Bertajuk Between Us in Jakarta, ini pertama kalinya gue nonton konser plus pertama kalinya ke ICE BSD. Norak udah pasti lah :D

CNBLUE Between Us in Jakarta 2017

CNBLUE Between Us in Jakarta 2017

CNBLUE Between Us in Jakarta 2017

Gue bener-bener ngerasa beruntung karena konser pertama yang gue tonton adalah CNBLUE.
Pertama: BOICE tuh fans yang tertib. Mungkin karena satu era ya, jadi rata-rata bukan ABG-ABG rese gitu deh (monmaap kalo pembaca gue ada yang ABG seperti itu).
Kedua: Yayang Yongyong tampil total. 
Ketiga: IME menyediakan tempat salat yang kondusif. Ruang ikhwan dan akhwat terpisah (walaupun akhirnya dua-duanya jadi ruang akhwat sih, saking banyakan perempuan yang nonton :D), tempat wudu juga ada di sebelah ruang salat.
Oiya, tapi kamu nggak boleh bawa makanan, minuman, dan segala jenis kamera ke dalam venue. Semua tas digeledah di pintu masuk. Bahkan saat konser berjalan, ada orang yang nekad pake kamera go pro langsung dideketin panitia dan kameranya disita. 

CNBLUE Between Us in Jakarta 2017
Tempat penukaran tiket yang nggak gue lewatin coz I got a very special ticket :p

CNBLUE Between Us in Jakarta 2017

CNBLUE Between Us in Jakarta 2017

Sebagai perempuan renta, gue lebih milih seat duduk. Apalagi sejak awal, gue udah berniat menikmati konser ini tanpa ngangkat-ngangkat hape. Ditambah lagi, sebelum konser ini ada konser yang luar biasa heboh sampe ada salah satu fansnya yang bikin kultwit tentang orang-orang yang nonton konser via hape. Dia bilang, dia terganggu dengan hape-hape yang terangkat di depannya dan gue mikir, gue nggak mau jadi orang yang mengganggu kek gitu.
Tapi ternyata dari tempat duduk gue, suasananya kondusif banget buat ngerekam. Jadi ya adalah satu-dua foto dan video yang berhasil gue ambil walaupun pas diliat di rumah, hasilnya nggak bagus juga *elap keringet*

CNBLUE Between Us in Jakarta 2017

CNBLUE Between Us in Jakarta 2017



Vibe konser tuh emang beda ya dengan kita nonton dari kompi atau TV. Gue sekarang ngerti kenapa ada orang yang rela keluarin uang ratusan ribu bahkan lebih, demi nonton konser. Ini adalah jenis kebahagiaan yang bisa dibeli, he he he....
Ada detik-detik gue terpana (ya maklum ya konser pertama), yaitu saat Yayang Yong selesai nyanyi, terus lampu di panggung mati satu per satu sampai yang tersisa cuma lampu hijau di belakangnya, cahayanya berpendar ke seluruh penjuru mata angin. Yayang jadi pusat semesta selama beberapa detik. Ah, those kind of feeling you can only felt at concert.... *kemudian galau* 
CNBLUE nyanyi banyak lagu, termasuk lagu dari mini album terbaru mereka, 7ΒΊCN. Bahkan Manito dinyanyikan secara akustik.  
Ada sih beberapa yang gue aplot di youtube:




Sebetulnya gue mau cerita banyak. Tentang Yayang Yong yang dua kali jatuh di panggung saking dia semangat lompat-lompat. Tentang Yayang Yong yang nyanyi Despacito dengan lirik yang diganti. Tentang Yayang Yong yang bikin lagu khusus tentang Jakarta. Tentang BOICE yang begitu excited teriak-teriak minta Jonghyun nyanyi (sayangnya nggak terkabul). Tentang Yayang Yong yang turun panggung dan salaman dengan beberapa penonton. Tentang Yayang Yong yang teriak I love you ke penonton. Tentang Yayang Yong yang ngambil topi kuning yang dilempar penonton ke panggung. Tentang lagu Young Forever yang jadi lagu penutup dan bikin mata gue berkaca-kaca karena kalo lagu ini berakhir, gue harus bangun dari mimpi indah ini. Tentang confetti yang bertaburan dari atas dan air yang menggenang di mata gue.
Tapi nanti gue baper. Gimana dong? :p
Jadi, segitu dulu cerita konser CNBLUE yang sekaligus jadi konser pertama gue. Semoga bukan yang terakhir, ya. Makanya Yayang Yong sering-sering dong ke Jakarta. Banyak yang nunggu, lho ^^


Rabu, 02 Agustus 2017

Review: Wardah Intense Matte Peach Perfect, Emina Sugar Rush Cookie Dough, Emina Creme de la Creme Emily's Peach


Siapa di sini yang suka lipstik nude? Gue sebetulnya nggak terlalu suka, tapi kalo lihat orang pake kok kelihatannya bagus, jadinya coba aja beli, deh.
Hasil nonton beberapa rekomen lipstik nude di yutup mengantarkan gue pada dua produk Emina: Sugar Rush shade Cookie Dough dan Creme de la Creme shade Emily's Peach. 
Terus pas sampe rumah, gue baru ngeh kalo warna Cookie Dough agak-agak mirip Wardah Peach Perfect yang pernah gue beli dan gue bikin swatch-nya di sini



nude lipstick

Karena Peach Perfect-nya udah pernah dibahas, gue cuma kasih lihat hasil swatch di bibir aja, ya. 


wardah peach perfect

Berikutnya, Emina Sugar Rush Cookie Dough. Ini bahkan seorang Suhay Salim pun bilang dia suka, makanya gue penasaran :D
Kemasannya plastik dengan warna biru-putih. Nettonya 3,8 gr. Mengandung olive oil, jojoba oil, dan shea butter yang diklaim mampu menghidrasi bibir. Di gue, warnanya susah keluar. Beberapa kali oles baru muncul, dan nggak pigmented. Ya nggak heran sih, dia juga nggak mengklaim dirinya sebagai lipstik berpigmented. Guenya aja yang punya ekspektasi ketinggian, wkwkwkwk....
Hasilnya sheer banget. Oiya, lipstik ini juga bau kimianya masih kuat. Harga Rp36.000,00.

Emina sugar rush cookie dough
Emina Sugar Rush Cookie Dough

Emina Sugar Rush Cookie Dough

Lanjut ke Emina Creme de la Creme shade Emily's Peach. Tadinya gue mau beli Emma's Nude karena itu yang banyak direkomen orang. Eh tapi pas gue coba tasternya di Guardian, warnanya pucet banget. Jadi pilihan jatuh ke Emily's Peach yang mana nggak ada taster, sodara-sodara. Duh jangan pernah deh jangan pernah jangan jangan jangaaaaaaaaaannn beli lipstik tanpa dicoba dulu.
Andai si Cookie Dough ada tasternya juga gue rasa gue batal beli, tuh. Orang warnanya mirip banget sama Wardah Peach Perfect :D
Ini tuh warnanya neon banget yang amazingly surprisingly kelihatan bagus banget di kamera, tapi in real life nggak banget. Jadi ya, gue nyobain lipstik-lipstik ini plus foto-foto dan ngevideoin buat IG satu jam sebelum jemput sekolah si bungsu. Abis itu gue langsung jalan, sementara lipstik terakhir yang gue pake adalah Emily's Peach ini. Nggak gue hapus. Di sekolahan, ibu-ibu pada menatap gue dengan takjub. Mungkin mereka pikir, "Berani banget mamanya Zi pake lipstik begitu keluar rumah." :D
Kalo pede sih nggak apa-apa, ya. Warnanya neon. Tuh, sampe gue tegasin dua kali.
Packagingnya mah manis banget. Warna putih dan di bagian atas tutupnya ada cermin kecil, tinggal dibuka ke arah atas. Nettonya sama dengan yang Cookie Dough, 3,8 gr.

Emina creme de la creme Emily's peach
Emina Creme de la Creme Emily's Nude

Emina creme de la creme Emily's peach

Versi video swatch-nya bisa dilihat di sini:

Sesungguhnya gue nggak suka lipstik nude coz what's the point of pake lipstik kalo nggak kelihatan warnanya? Tapi tetep aja kalo ada beauty vlogger yg nyebut-nyebut shade sebuah lipstik, gue jadi penasaran 😁. 1. Wardah Intense Matte Peach Perfect Pigmented, matte, harga 43rb 2. Emina Sugar Rush Cookie Dough Mesti beberapa kali oles baru warnanya keluar, hasilnya sheer, harga 36rb 3. Emina Creme de la Creme Emily's Peach Pigmented, warnanya orens muda, tapi neon. Nggak bakal gue pake keluar rumah kayaknya, nggak berani πŸ˜‚πŸ˜‚ Tapi buat di foto cakep banget. Ntar gue post fotonya. Harga 35rb. Review lebih lengkap segera di blog, ya 😊 #lipstiknude #nudelip #reviewlipstik #wardahintensematte #wardahpeachperfect #eminasugarrush #eminacookiedough #eminacremedelacreme #eminaemilyspeach #videoreview #lipstickjunkie #lipstickaddict
A post shared by della (@frym_) on

Tampaknya perburuan lipstik warna nude gue masih panjang... (-_-")
Bloggies pakai lipstik nude, nggak? Ada rekomendasi? :) 


Jumat, 21 Juli 2017

Review: The Face Shop Jeju Volcanic Lava Peel Off Clay Nose Mask


Review The Face Shop Jeju Volcanic Lava Peel Off Clay Nose Mask

Assalamualaikum, Bloggies ^^
Kalo kamu ngikutin postingan IG gue, pasti tau kalo gue emang lebih condong ke skin care, terutama masker, he he he....
Gue tertarik beli produk The Face Shop Jeju Volcanic Lava Peel Off Clay Nose Mask karena gue emang punya masalah dengan komedo di dagu dan hidung. Kalo masalah bruntusan kan udah kelar tuh (baca postingan sebelum ini).
Gue baru tiga kali pakai masker ini sih, tapi dari pertama pemakaian juga hidung langsung terasa licin. Makanya gue terusin.

Review The Face Shop Jeju Volcanic Lava Peel Off Clay Nose Mask

Harganya lumayan deh, apa karena gue beli di mall ya. Di The Face Shop Central Park harganya Rp110.000,00. Beratnya 50 gram. Tapi harusnya nggak rugi-rugi amat ya, kan gue pakainya juga cuma di dagu dan hidung, udah gitu seminggu sekali.
Gue pake tiap hari Rabu sore, sementara si peeling off mask yang kemaren gue bahas, gue pakai tiap hari Sabtu pagi.
Teksturnya putih kental dan lengket. Gue pakainya agak tebal sih, soalnya waktu pertama coba kan masih takut-takut, tuh. Jadi gue pakai cuma sedikit. Akhirnya malah susah dikelupasin dari kulit, banyak sisa yang nempel. 
Ini hasil yang keluar dari sekali pencet. Gue biasanya pake dua pencet untuk hidung, dua pencet untuk dagu.

Review The Face Shop Jeju Volcanic Lava Peel Off Clay Nose Mask

Review The Face Shop Jeju Volcanic Lava Peel Off Clay Nose Mask

Review The Face Shop Jeju Volcanic Lava Peel Off Clay Nose Mask
Mohon maafkan hamba dan jidat hamba yang luas ini ya, Bloggies :p

Tunggu selama 10-15 menit, pokoknya sampai terasa keras. Setelah itu, dikelupas pelan-pelan dari ujung menuju ke tengah ya, supaya komedonya terangkat. Gue kasih tau aja, berhubung ini maskernya lengket, pas dikelupas ofkors kulit jadi terasa tersengat dan panas. Tapi setimpal sih dengan hasilnya. Menurut gue pribadi lho, ya. 

Review The Face Shop Jeju Volcanic Lava Peel Off Clay Nose Mask

Selama tiga kali pakai itu, selalu ada sisa-sisa masker yang masih nempel di muka. Nah, gue bersihinnya pakai toner. Any toner will do. Mungkin pakai air juga bisa, tapi gue belum pernah coba.
And you're done. Selamat menikmati hidung yang bersih dan licin ^^

Review The Face Shop Jeju Volcanic Lava Peel Off Clay Nose Mask

Review The Face Shop Jeju Volcanic Lava Peel Off Clay Nose Mask

Senin, 17 Juli 2017

Review: Sariayu Putih Langsat Facial Scrub dan Peel Off Mask

Review Sariayu Putih Langsat Facial Scrub dan Peel Off Mask

Hai hai, assalamualaikum ^^
Gue mau share pengalaman setelah tiga bulan pake duo Sariayu ini. Awalnya gue beli Sariayu Peel Off Mask ini karena, seperti biasa, tertarik warnanya. Gue sering deh beli barang karena tertarik kemasan. Untungnya cuma buat produk make up. Kalo sama manusia gue malah ngeri sama yang kemasannya bagus, biasanya nipu #curcol #mulaingelantur
Waktu itu lagi jalan-jalan di Transmart Central Park terus liat botol lucu berwarna hijau inih. Pas waktu itu emang niatnya lagi mau beralih dari duo Mundisari yang udah mau abis. Ya udah beli aja. Apalagi masker ini udah dapet sertifikasi halal dari MUI.

Review Sariayu Putih Langsat Facial Scrub dan Peel Off Mask

Review Sariayu Putih Langsat Facial Scrub dan Peel Off Mask

Mengandung ekstrak bunga Langsat, bunga Hisbiscus, vitamin C, dan provitamin B5, masker ini mengklaim mampu melembapkan dan mencerahkan wajah.
Teksturnya transparan agak kental, begitu disapukan ke wajah langsung lengket. Cara pakainya, dituangkan sedikit di tangan, lalu oleskan ke seluruh wajah dengan menghindari area sekitar mata dan mulut. Tunggu 10-15 menit atau sampai muka terasa kaku, lalu kelupas sampai bersih. Biasanya sih abis itu gue bersihin muka pake toner biar semua sisa masker bener-bener terangkat.
Pemakaian pertama, muka langsung terasa lebih licin dan lebih lembap, makanya gue terusin, pakai seminggu sekali.
Sekitar dua minggu kemudian, gue berburu Facial Scrub-nya. Ketemu di Taman Anggrek. Di sana ada counter khusus Marta Tilaar, tepatnya di Ground Floor G 92-93.


Cara pakainya kayak pakai sabun cuci muka pada umumnya, tuang secukupnya di tangan, lalu bersihkan wajah sambil agak dipijat. Bilas dengan air. Di bagian belakang sih tertulis pemakaiannya tiga kali seminggu, tapi gue pakai seminggu sekali, sebelum maskeran. Jadi gue scrubbing dulu, terus pakai masker.
Teksturnya ya kayak facial scrub pada umumnya, putih dan mengandung butir-butir scrub. Tapi tenang aja, butirannya nggak bikin kulit wajah sakit atau memerah, kok. At least to me :)

Review Sariayu Putih Langsat Facial Scrub dan Peel Off Mask

Review Sariayu Putih Langsat Facial Scrub dan Peel Off Mask

Duo Sariayu ini ternyata ampuh banget  buat ngilangin bruntusan di dahi gue. Sekarang mulus lus lussss....
Kalo untuk jerawat, gue kurang tau ya ngaruh atau nggak, secara muka tante mah nggak jerawatan. Cuma kekeringan luar biasa :p
Nggak nyesel deh belanja impulsif waktu itu, wkwkwkwk....


Rabu, 12 Juli 2017

Review: Hada Labo Ultimate Anti Aging CC Cream

Hadalabo Ultimate Anti Aging CC Cream

Hai hai, assalamualaikum ^^
Bloggies ada yang udah pernah denger tentang Hada Labo? Atau jangan-jangan malah pemakai setia, nih. 

Gue udah lama sih denger tentang produk Jepang ini, tiap maen ke Transmart Central Park pasti deh pegang-pegang, baca-baca blurb-nya (blurb? Emangnya novel?), terus tarok lagi di rak. Belum ada yang bikin hati gue tergerak buat beli, sih. Padahal harganya cukup terjangkau juga.
Sampe kemudian IG Female Daily nge-post foto Hada Labo Ultimate Anti Aging CC Cream ini. Racun banget emang. Apa lagi waktu itu BB Cream Emina gue emang udah tiris. Apalagi embel-embel anti agingnya itu sungguh menggowdah. Umur segini kalo denger istilah anti aging, radar pasti langsung nyala, wkwkwk.... (umpetin KTP)
Akhirnya gue beneran beli. Harganya mayan sih buat sebuah krim berukuran 25gram, Rp94.000,00. Tapi gpp, mari kita coba. 

Tadi di awal, gue udah nyebut BB Cream, CC Cream. Sebetulnya ada bedanya nggak, sih?
BB Cream stands for Blemish Balm, sedangkan CC Cream stands for colour control, colour correcting, atau complexion care. Intinya, CC Cream satu tingkat di atas BB Cream. Kalo BB Cream kandungannya ringan, CC Cream agak lebih berat, tapi nggak seberat foundation. 
CC Cream Hada Labo sendiri terdiri atas dua varian, Ultimate Whitening CC Cream dan Ultimate Anti Aging CC Cream. Keduanya punya dua pilihan warna, yaitu Royal Ivory dan Elegant Beige.
Masih bingung kamu cocok pakai warna apa? Dicoba aja dulu. Di counter Hada Labo ada testernya, kok. Kalo belum tau cara pilih warna foundation yang cocok, bisa dilihat di sini ^^




CC Cream Hada Labo Ultimate Anti Aging ini udah mengandung SPF yang cukup tinggi, yaitu SPF 35/PA+++. No alcohol dan no fragrance, jadi harusnya sih aman buat kulit sensitif. Coverage-nya ternyata sheer banget, jadi nggak terasa berat di muka. Mau di-build up beberapa kali pun nggak akan terasa kayak pake topeng. Tapi sayangnya nggak terlalu nutup mata panda gue (apa karena udah terlalu gelap ya...) jadi masih tetap butuh concealer.


Hada Labo Ultimate Anti Aging CC Cream

Hada Labo Ultimate Anti Aging CC Cream

Oh ya, untuk beberapa orang, CC Cream ini bikin kulit tambah kering karena finishingnya yang matte, jadi yang punya kulit kering kayak gue harus tambahin porsi pelembabnya, deh. 
Kalo kulitmu berminyak atau kombinasi, kayaknya cocok pakai ini untuk sehari-hari. Tapi gue harus kembali puas dengan kombinasi pelembab dan bedak tabur karena kalo CC Cream ini dipake tiap hari nanti muka gue tambah kering, hehehehe....
Bloggies ada pengalaman dengan Hada Labo? Boleh kok share di sini ^^
Oh iya, gue juga ada bikin review singkatnya di Instagram. Yang belum follow, follow dong :D

Sabtu, 08 Juli 2017

Cool Undertone, Warm Undertone

Life is short. Wear all colors, begitu satu quote yang pernah gue baca. Tadinya gue juga berprinsip gitu. Makanya dulu gue sering beli baju/ jilbab online karena melihat baju itu bagus dipakai model, tapi pas gue pake kok warnanya nggak cocok di kulit? 
Kalo nggak, gue beli jilbab secara impulsif di Thamrin City karena rayuan abangnya, “Kakak kan, putih. Pakai apa saja cocok.” Yang ternyata zonk. Berkali-kali melakukan kesalahan yang sama: beli baju atau jilbab yang bikin muka terlihat kusam, atau pucat, atau pokoknya bikin gue bergumam sendiri di depan cermin, “What is wrong with this picture?!!”
Tapi ada hikmahnya juga, sih. Gue learning by doing warna-warna apa yang sebaiknya gue hindari dan warna-warna apa yang bikin gue terlihat glowing.
Kemudian, gue baca tentang cool undertone dan warm undertone. Selama ini, gue kira yang namanya jenis kulit itu hanya putih, kuning langsat, medium, dan lain-lain. Ternyata di bawahnya masih ada warna lain (undertone). Kamu bisa aja punya jenis kulit yang sama dengan temanmu, sama-sama kuning langsat misalnya, tapi undertone-nya berbeda.
Terus, gimana cara mengetahui apa undertone kamu? Sejauh ini, ada tiga cara mudah:
1.       Cek warna urat nadi
Coba lihat warna nadi di pergelangan tanganmu. Kalau warnanya kebiruan, berarti kulitmu cool undertone. Kalau warnanya kehijauan, berarti warm undertone.
2.       Apa kata matahari?
        Coba berjemur beberapa menit di suatu siang yang panas. Apakah pipimu bersemu pink/ kemerahan, atau cokelat keemasan? Kalau yang pertama, berarti cool undertone. Kalau yang kedua, warm undertone. 
3.      Emas? Atau perak?
Kalau kamu terlihat bagus mengenakan perhiasan perak/ platina, berarti kamu cool undertone. Kalau emas, kamu warm undertone. Ini agak tricky sih menurut gue, karena kadang kita tertukar antara yang kita suka dan yang benar-benar terlihat bagus pada kita. Contohnya gue, deh. Gue cool undertone dan semua orang juga bilang gue lebih glowing kalo pake perhiasan perak, tapi gue lebih suka emas, gimana dong, he he he…..

Nah, kalo udah tahu apa warna undertone-mu, kamu bisa lebih gampang memilih warna baju, terutama jilbab, ya. Soalnya jilbab itu paling dekat dengan muka. Salah warna bisa bikin keseluruhan wajahmu terlihat “salah”. Cool undertone lebih bagus mengenakan warna-warna putih terang, hitam, biru, hijau, pink, dan ungu, sementara warm undertone bisa mengandalkan warna-warna kuning gading, kuning, oranye, dan cokelat.
Setelah tahu tentang undertones ini, gue jadi lebih waspada kalo belanja dan nggak gampang termakan bujuk rayu si abang karena sekarang gue tahu, cuma karena kulit gue putih bukan berarti gue cocok pake semua warna, he he he….
Tau apa undertones kita juga berguna banget kalo kita mau pilih warna lipstik atau blush on. Ya, emang sih preferensi orang beda-beda. Ada yang pede aja pake warna yang nggak cocok buat undertone-nya. Tapi gue mah senengnya cari aman aja :D
Ada bonus video dari Instagram gue nih tentang cara mengetahui undertone. Jadi, apa undertone kamu, Bloggies? :)