Selasa, 10 Juli 2018

Morning Skin Care Routine untuk Kulit Kering (Updated)


Morning Skin Care Routine untuk Kulit Kering

Hai, assalamualaikum ^^
Skin care adalah tema yang sepertinya akan terus aku update, soalnya aku kan masih belajar, jadi masih banyak baca, coba merek ini-itu. Kalau berubah, pasti aku bikin postingan. Jadi, mohon maaf ya bloggies sekalian, kalau misalnya postingan aku jadi kayak yang plin plan.
Jenis kulit aku normal-kering cenderung sensitif, usia 38 tahun. Makanya yang aku cari selalu produk dan step-step yang menghidrasi dan antiaging. Semoga yang aku tulis ini bisa menjadi bahan pertimbangan bloggies yang punya permasalahan sama :)
Baru-baru ini, aku rutin menjalankan enam step dari 10 step Korean skin care routine. Baru enam aja alhamdulillah di aku ngefek banget.

Ini urutan yang aku lakukan plus produk yang aku pakai.

1. Cleanser : facial wash/micellar water. Aku lagi pakai Senka Facial Whip dan Ovale Micellar Water. Ganti-gantian aja sih pakainya, tergantung mood. Yang aku suka dari Senka Facial Whip ini, dia nggak bikin kulitku tambah kering ataupun terasa ketarik-tarik. Busanya lembut di muka, harumnya tuh menenangkan. Aku pakai ini kalau lagi mau memulai pagi dengan rasa yang lebih fresh.
Kalau Ovale Micellar Water, biasanya aku pakai saat mukaku terasa lebih kering dari biasanya. Efeknya bikin muka bersih dengan hasil lebih glowy. 
Berdasarkan pengalaman pribadi aja sih, jadi nggak tau ini ada penjelasan ilmiahnya atau cuma perasaanku aja :D 

Morning Skin Care Routine untuk Kulit Kering

Morning Skin Care Routine untuk Kulit Kering

2. Booster/pre-serum: From Nature Age Intense Treatment Essence.
Cara pakainya: tuang beberapa tetes (aku biasanya pakai 4 tetes), ratakan di tangan, lalu oleskan ke seluruh wajah sambil ditekan lembut agar meresap. Review From Nature Age Intense Treatment Essence lebih lengkapnya sudah aku tulis di postingan sebelumnya. Silakan dibaca :)

Morning Skin Care Routine untuk Kulit Kering

3. Hydrating toner: Naruko Rose and Botanic HA Aqua Cubic Hydrator FX
Cara pakainya: tuang 2-3 tetes (terserah bloggies sih mau seberapa. Yang dirasa secukupnya aja ^^), ratakan di tangan, tepuk-tepuk ke muka.
Saat pertama pakai ini, aku langsung jatuh cinta. Gimana nggak, hidrasinya itu menetap. Nggak yang langsung kering gitu di muka. Efek lembapnya terasa pada pemakaian pertama. Huwow banget, lah.
Kombinasi From Nature dan Naruko ini pas sih menurutku.

Morning Skin Care Routine untuk Kulit Kering

Terus, masih inget nggak toner bermasalah-yang-denger-namanya-aja-aku-merinding itu? Karena aku masih ada sisa-sisa khusnuzon bahwa mungkin aja si toner nggak terasa apa-apa karena sebelumnya aku nggak pakai booster, makanya aku pun bikin eksperimen. Aku coba pakai booster, lalu pakai toner "itu". Ternyata tetep kering-kering aja. Sama kayak pemakaian sebelumnya. Jadi udah terbukti ya, emang toner "itu" nggak menghidrasi kulitku. Bersyukurlah kalian-kalian yang cocok :)
Lanjut.
4. Serum: The Ordinary Hyaluronic Acid. Selain bekerja langsung di dalam sel dan memberi kelembapan, serum ini juga berfungsi sebagai anti aging karena mengurangi garis-garis halus di wajah. It works to me, alhamdulillah :)
Mengurangi lho ya, bukan menghilangkan.

Morning Skin Care Routine untuk Kulit Kering

5. Day cream: Sukin Rosehip Hydrating Day Cream
Warnanya putih, teksturnya thick, baunya menurutku agak mirip bau obat asam lambung yang harus diminum sebelum makan itu lho, yang warnanya putih juga. Menurutku lho ini. Nggak ada harum-harum calmingnya. Meresapnya agak lama. Tapi bok, ini udahannya enak bangeeeeeeeeeeeettt ngelembapinnya huhuhuhu..
Sengaja beli yang nggak mengandung SPF supaya bisa dijadiin night cream.
Karena bahan-bahannya alami, day cream ini punya masa kedaluwarsa enam bulan saja.

Morning Skin Care Routine untuk Kulit Kering

6. Sunscreen: Melanox
Ada yang pernah nanya ke aku, bedanya sunscreen dengan sunblock apa? Sejauh yang aku tau sih, dulu emang ada istilah sunscreen dan sunblock, bedanya ada di kandungan. Tapi kemudian FDA (Food and Drug Administration/Badan Pengawas Obat dan Makanan) Amerika Serikat melarang penggunaan kata sunblock.
Akhirnya cuma ganti nama sih, yang dulunya sunscreen jadi chemical sunscreen, terus sunblock jadi physical sunscreen. Penggunaannya sesuai kebutuhan. Kalau yang bloggies cari yang mampu melindungi dari sinar UVA-UVB, berarti pilih physical sunscreen. Paling gampang nandain physical sunscreen atau bukan, dilihat dari kandungannya. Physical sunscreen mengandung Titanium dan Zinc sebagai UV filter. Nah, Melanox ini mengandung keduanya.
Maaf Melanox-nya lupa difoto :D 
Udah, segitu dulu. Kalau dijembreng gini emang kelihatannya banyak banget, ribet banget gitu. Padahal kalau udah dijalanin ya nggak juga. Sama deh kayak mengganti sarapan nasi dengan buah, misalnya. Pertama emang ada kendala, tapi lama-lama kan terbiasa :)
Aku udah post di channel youtube juga, siapa tau ada yang lebih suka penjelasan visual daripada baca tulisan :)


Oh iya, walaupun udah rutin skin care-an, tetap harus rajin makan buah dan minum cukup. Jangan merokok dan/atau minum minuman keras. Hindari polusi sebisa mungkin.
Semoga yang aku share ini ada manfaatnya buat bloggies, ya. Habis ini, insya Allah aku post yang night skin care routine-nya. Assalamualaikum ^^



Rabu, 04 Juli 2018

Review dan Swatches Empat Warna Make Over Cliquematte Lip Stylo


Review Make Over Cliquematte Lip Stylo

Hai, assalamualaikum ^^
Aku mau review varian lipstik terbaru dari Make Over, nih. Namanya Cliquematte Lip Stylo. Kenapa namanya cliquematte? Karena untuk mengeluarkannya adalah dengan cara di-klik kayak pulpen/pensil mekanik, terus hasil akhirnya adalah matte.
Cara pakai:
Buka tutupnya, klik-klik bagian atas. Nggak usah khawatir kebablasan akan ngeklik-klik sampai kepanjangan, karena aku aja perlu 10-15 kali klik baru ujung lipstiknya muncul. Walaupun gitu, tetap harus hati-hati karena setelah keluar, dia nggak bisa dimasukin lagi. Nanti nggak bisa ditutup. Kalau mau maksa, ya terpaksa ujungnya dipotong.
Bentuk lipstiknya seperti pulpen, berwarna hitam, dan di pinggiran di bawah tutupnya ada garis yang menandakan warna lipstiknya. Di sisi samping, ada tulisan Make Over Cliquematte Lip Stylo, dan di sisi lainnya tertulis nama dan kode lipstiknya.
Aku suka bentuknya yang stylish dan elegan. Ringkas juga, bisa dimasukin saku, hihihi....
Tapi agak kecewa juga sih pas baca satu bagian di kotaknya. Kan selama ini kita taunya (dan di-hype banget) bahwa Make Over itu produk lokal, ya.
Terus aku lihat bagian ini: 


Ternyata bukan produk lokal, bo. Distributor doang :)))))
Sekarang, masuk ke warna, ya. Aku beli waktu lagi mudik di Palembang. Belinya di akun shopee resminya Make Over, di makeoverofficial. Waktu itu langsung beli dua, Hollywood dan Flamingo. Karena waktu itu udah deket lebaran (kalo nggak salah H-4), aku kirim ke alamat Jakarta dengan perkiraan yah, palingan sampainya besok. Eh ternyata, aku transfer pagi, sore udah sampe dong di sana! Keren banget emang jasa kilatnya ^^
Nah, besokannya, aku ke Icon Mall Palembang. Nemu counter Make Over dan lagi diskon 20% dong! Ya udah beli lagi, yang Eclair dan Crush.
Ini dia penampakannya:

Make Over Cliquematte Eclair

Make Over Cliquematte Hollywood

Make Over Cliquematte Crush

make Over Cliquematte Flamingo

Dan ini swatches-nya di tangan dan di bibir:

201 - Eclair
Warnanya cokelat gelap, mengingatkanku pada warna Wardah Long Lasting yang Stylish Mocca

202 - Hollywood
Warnanya cokelat dengan hint kemerahan. Favorit banget buat sehari-hari ^^


203 - Crush
Warnanya nude peach yang di aku sih bikin muka terlihat lebih pucat, tapi kalau digunakan sebagai base untuk ombre lips, ini keren banget xD

204 - Flamingo
Warna nude pink yang juga cocok jadi base ombre lips
Review Make Over Cliquematte Lip Stylo

Ingredients:

Isononyl Isononanoate, Dimethicone, Pentaerythrityl Tetraisostearate, Silica, Ethylene/Propylene Copolymer, Dimethicone Crosspolymer, Hydrogenated Polycyclopentadiene, Aluminum Hydroxide, Polyethylene, Copernicia Cerifera (Carnauba) Wax, Triethoxycaprylylsilane, BHT, Polyhydroxystearic Acid, Tocopherol, CI 77891, CI 16035, CI 77492, CI 77491, CI 77499 

Kesan:

Bentuknya, lagi-lagi, emang inovasi baru di perlipstikan Indonesia, ya nggak sih? 
Untuk warna, dari empat warna Cliquematte Lip Stylo yang gue punya ini, nggak ada yang terlalu istimewa sih, dalam artian bisa dicari substitusinya di merek lain. 
Untuk pigmentasi juga so-so. Menurut aku lho yaaaa....
Selama pakai lipcream merek lain pun aku harus dua-tiga kali oles baru bisa nutup warna asli bibir. Cliquematte ini juga.
Untuk ketahanan, sama juga dengan lipcream lain yang pernah aku coba. Dipakai makan langsung hilang. Tapi aku nggak pernah keberatan sih. Malah lebih ngeri lipstik yang stay walaupun udah makan gulai kambing. Itu lipstik atau cat tembok? *peace*
Jadi, menurutku sih kalau memang lagi ada rezeki (karena harganya Rp110.000,00), boleh aja nyobain lipstik ini buat nambah-nambah koleksi :)

Kamis, 21 Juni 2018

Review: From Nature AGE Intense Treatment Essence

From Nature AGE Intense Treatment Essence

Hai, assalamualaikum semua ^^
Mumpung masih suasana lebaran, mohon maaf lahir batin yaaaa.. Semoga amalan Ramadan kita diterima. Aamiin....
Hari ini, gue mau ngomongin first essence. Awalnya gara-gara udah nyaris putus asa karena muka kok gini-gini aja sih, padahal udah double cleansing, pake serum, dan rajin maskeran. Baca sana-sini, googling ke mana-mana, akhirnya gue sampai pada kesimpulan: kayaknya gue butuh first essence, deh.
First essence berfungsi memberikan hidrasi pada kulit dan bekerja pada level sel, makanya kalau pas dapet yang bagus, hasilnya akan kelihatan dalam seminggu. Pernah baca kalau untuk perawatan wajah bagi pemula, jangan langsung pakai yang premium. Pakai yang level biasa dulu. Masalahnya, yang namanya first essence itu nggak ada yang murce, sodara-sodara. 
Akhirnya setelah timbang sana-sini, gue putuskan untuk memakai From Nature AGE Intense Treatment Essence ini. Harganya Rp420.000,00.

From Nature AGE Intense Treatment Essence
   
Ingredients:


Galactomyces Ferment Filtrate, Niacinamide, Water, Adenosine, Sodium Hyaluronate, Butylene Glycol, Portulaca Oleracea Extract, Ipomoea Hederacea Seed Extract, Paeonia Albiflora Flower Extract, Saccharomyces/Angelica Dahurica Root Fermen Extract, Ethylhexylglycerin, Phenoxyethanol, Chlorphenesin

AGE Intense Treatment Essence ini mengandung 95,7% fermentasi galactomyces, fermentasi yang juga dikandung Pitera dari SKII. Diklaim mampu mencerahkan, menghidrasi, mengurangi kemerahan pada kulit, dan mencegah keriput. Tapi buat yang terakhir ini gue udah pasrah, sih. Namanya juga baru ribet skinkeran umur segini. Ya udahlah terima aja segala kerutan itu sebagai hadiah dari alam :D
Sebotol isi 150ml, botolnya berat. Sepertinya sih botol beling, tapi ggak tau juga. Nggak minat nguji coba juga, hehehe....

From Nature AGE Intense Treatment Essence

Di bagian mulutnya ada semacam pelindung untuk mencegah isinya tumpah kalau botolnya terbalik. Teksturnya cair. Nggak secair air, tapi juga nggak sekental serum. In between, lah. Nggak ada bau yang tercium.Tuang secukupnya di telapak tangan, ratakan, lalu usap merata ke wajah sambil ditekan-tekan. Ini cara pakai gue, nggak tau juga yang benernya gimana. 
Pertama pakai, gue langsung suka. Cepat terserap dan nggak ada efek negatif yang terjadi.
Seminggu pemakaian, beneran hasilnya terlihat. Gue beli ini tanggal 20 Mei 2018, berarti sekarang udah sebulan dan gue suka ^^

From Nature AGE Intense Treatment Essence

Mohon maaf nggak punya foto before, tapi foto ini diambil setelah dua pekan pemakaian rutin, dipakai pagi dan malam hari. 
Mencerahkan? Iya. 
Hidrasi? Duh, iya bangeeeeeeeeett kusuka xD
Noda-noda matahari? Ofkors masih ada, tapi biarin ajalah. Ajaib kalo bisa hilang tanpa laser itu mah, wkwkwkwk....
Kerutan? Nggak ngaruh sih, masih tetap ada :D
Urutan pemakaiannya: double cleansing - first essence - hydrating toner - serum, dan lanjutannya. Jadi kalau mau hasil yang terlihat, jangan cuma pakai satu produk, ya. Harus diikuti rangkaian berikutnya. Jangan sampai kayak gue, bertahun-tahun cuma pakai satu krim pelembap, nggak pakai serum nggak pakai sunscreen nggak double cleansing, tapi ngimpi pengin muka kinclong :D
Insya Allah habis ini ada postingan skin care routine terbaru. Lagi :D
  

Senin, 18 Juni 2018

TST, Teh Susu Telur Penghalau Dinginnya Cuaca Saat Jalan-Jalan di Medan



foto:kedailokalti.blogspot.com

Bicara tentang jalan-jalan di Medan, tidak lengkap jika tidak mencoba TST atau Teh Susu Telur khasnya. Ini adalah salah satu minuman favorit warga Medan dari berbagai usia. Cobalah mengunjungi kedai-kedai minuman di Medan saat ke sana naik bus ALS, kamu akan segera menjumpai anak kecil hingga orang tua menikmati segelas TST yang mengepul hangat. Memang, belum ke Medan kalau belum mencoba segelas TST-nya!

Legenda TST

Teh Susu Telur khas Medan ini bisa ditemui dari sore hingga tengah malam di sekitar jalan Puri, dekat dengan Masjid Raya dan Taman Sri Deli Medan. Rasanya seperti teh yang pekat dengan aroma susu dan telur yang wangi. Tapi uniknya, tidak tercium aroma amis telur karena teh dan susunya lebih mendominasi. Beberapa orang mengatakan, teh susu telur lebih mirip cappuccino ketimbang minuman teh sendiri. Apalagi beberapa peracik teh susu telur berani berkreasi dengan menambahkan hiasan layaknya coffee latte untuk menarik pengunjungnya.


foto:kedailokalti.blogspot.com


Khasiat Teh Susu Telur Khas Medan

Minuman hangat teh susu telur memang pas dinikmati saat suhu sedang drop seperti di musim hujan. Khasiatnya dapat menghangatkan tubuh setelah perjalanan dengan menggunakan bus ALS, juga ada sensasi sedikit mengenyangkan karena kuning telur konon mengandung karbohidrat. Satu lagi khasiat yang tidak bisa tidak dibahas, yaitu dapat menambah stamina, baik pada laki-laki dan perempuan.
Teh susu telur bisa kamu nikmati setelah sampai di Medan ataupun saat akan melanjutkan perjalanan naik bus ALS ke kota selanjutnya. Harganya juga sangat terjangkau dengan rasa yang hampir sama di setiap tangan peraciknya. Berkisar antara Rp7.000,00 hingga Rp7.500,00 saja, cukup murah di kantong para pejalan, kan?

Jumat, 27 April 2018

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering (Updated)

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering

Assalamualaikum, Bloggies :)
Mungkin masih ada yang ingat, saya dulu pernah posting tentang cara saya merawat kulit kering ini di sini dan di sini.
Udah lama banget ye kan? Nah, sejak November 2017 sampai sekarang, ada satu rutinitas skin care yang saya praktikkan dan alhamdulillah cocok, dalam arti nggak bikin bruntusan, nggak panas di kulit, nggak bikin gatel-gatel, intinya nggak menimbulkan reaksi negatif di kulit saya yang biasanya rewel. Tentu aja ini berdasarkan pengalaman pribadi saya ya, saya sama sekali bukan ahli skin care. Semoga postingan ini berguna bagi bloggies yang memiliki masalah kulit yang sama dengan saya: kering, sensitif, ada komedo di hidung dan dagu, pori-pori besar di pipi, dan usia menjelang 40 tahun (udah mengalami gejala aging :D).


Langkah-langkahnya:

1. Double Cleansing
Sudah pernah saya posting di sini tentang double cleansing double toning. Sayangnya sekarang yang saya praktikkan cuma double cleansing aja. Setelah dua bulan, saya tau kalau kulit saya nggak butuh toner, hehehe....
Kata orang-orang sih ini berarti saya cuma belum nemu toner yang cocok aja, tapi setelah dua bulan pakai double toning dan malah bikin break out parah plus kulit menggelap, ya udahlah saya berhenti aja. Saya orangnya traumaan :p
Nah, untuk double cleansing, saya bagi jadi dua kategori: double cleansing untuk dandanan kantor dan double cleansing untuk full make up.
Dandan kantor saya cuma terdiri atas Hyaluronic Acid, sunscreen, bedak tabur, eyeliner, maskara, brow liner, dan lipstik.
Makanya first cleansing-nya milk cleanser ajah (saya pakai Mustika Ratu) dan face wash (saya pakai Sariayu Econature Nutreage Gel Face Wash).
Btw ini face wash bagus menurut saya, dia nggak menimbulkan sensasi ketarik-tarik abis dipake, malah bikin terasa lembap dan halus.
Sekarang sih udah habis dan udah beli Senka Facial Whip sebagai gantinya. Review Senka insya Allah menyusul ya ^^

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering

Untuk full make up, saya pakai Biore Cleansing Oil sebagai first cleanser. Second cleansernya tetap.

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering

2. Night Routine

Setelah itu, lanjut Hyaluronic Acid (saya pakai COSRX), serum anti aging (saya pakai Sensatia Botanicals anti wrinkle for 30+, sudah saya review di sini), eye cream (saya pakai Sariayu Econature), dan terakhir Etude wink lash dengan harapan bisa bikin bulu mata memanjang :D
Saya punya mata panda, ini keturunan sih, makanya saya pakai eye cream bukan untuk menghilangkannya karena ya emang mustahil aja. Saya lebih mencari fungsi melembapkannya dan Sariayu eye cream ini udah memenuhi semua ekspektasi saya :)

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering

3. Mengatasi Komedo

Untuk menghilangkan komedo, saya masih tetap pakai Biore Pore Pack yang hitam, selang-seling dengan Jeju Volcanic Lava the Face Shop. Saya pakai dua kali sepekan, tiap hari Rabu dan Sabtu. Oiya, saya pakai pore pack di hidung dan di dagu. Untuk cara pakai, bisa dilihat di Instagram saya ^^ #teteupjualan


Urutannya:
Double cleansing - Biore Pore Pack - masker untuk calming. Kadang saya pakai Freeman yang Golden Grain, kadang sheet mask. Tergantung mood aja xD
Freeman Golden Grain ini teksturnya bening kental dengan glitter keemasan. Cara pakainya dioleskan ke seluruh wajah, hati-hati jangan terlalu dekat mata. Ada sengatan rasa panas soalnya. Tunggu kering, bilas dengan air. Ini saya pakai hari Rabu.

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering


Untuk hari Sabtu, dengan asumsi saya nggak dandan ya, urutannya facial scrub (saya pakai Sariayu Putih Langsat Facial Scrub), Biore Pore Pack atau Jeju Volcanic Lava, sisa-sisanya nanti dibersihkan dengan micellar water/toner/make up remover, tergantung apa yang ada, lanjut calming mask.
Kalau sorenya saya dandan, urutannya first cleanser - facial scrub - biore pore pack/Jeju - calming mask.
Saya pakai Jeju Volcanic Lava kalau lagi ada jerawat di hidung atau dekat pipi atau di dagu, pokoknya yang berisiko kena pore pack-nya soalnya daya tarik pore pack ini kuat banget, beda dengan Jeju ini. 

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering

4. Jerawat

Saya jarang banget sih jerawatan (mungkin saking kulitnya kering), tapi sekalinya muncul tuh gede. Biasanya saya totol aja pakai L'oreal clay mask, bawa tidur, baru dibilas besok paginya. Biasanya tiga hari juga udah hilang. 

Selain semua urutan di atas, saya juga selalu memastikan untuk cukup minum, cukup tidur, dan memperhatikan asupan gizi karena selain dari luar, kita juga harus me-mantain kulit dari dalam, kan? :)
Adakah rekan bloggies yang pakai produk yang sama? Share dong skin care routine kamu di kotak komen ^^

Kamis, 19 April 2018

Gejala Tipes Tanpa Demam

Hai Bloggies, assalamualaikum :)
Lama nggak posting, begitu posting langsung tentang penyakit (-_-")
Jadi, waktu awal Maret tuh selama seminggu, gue berasa capek banget tiap nyampe rumah pulang ngantor. Lemes gitu. Terus hari Kamis-Jumat tanggal 8-9 Maret 2018 itu puncak-puncak lemesnya. Berasa keliyengan aja di jalan. Kayaknya nggak sanggup naik Tije, akhirnya selama dua hari itu PP pake gojek. 
Mual-mual, tapi nggak ada muntah. 
Pusingnya juga parah, kayak di-press dari depan dan belakang. Itu tuh hilang-timbul-hilang-timbul. Diukur pake termometer, normal. Gue juga nggak ngerasa demam. Gue bawa tidur aja dengan harapan besokannya sembuh. Eh ternyata hari Sabtu makin parah. Bahkan buat bangun dari kasur aja nggak sanggup. Kasian anak gue jadi nggak bisa les renang karena biasanya gue yang anter.. (T^T)
Jam sepuluh akhirnya bisa bangun, tapi sakit kepalanya nggak hilang-hilang. Ya udah, maksain diri aja pergi ke Rumah Sakit Jakarta. Sendirian coz bapake lagi tugas luar kota.
Awalnya, dokternya bingung ofkors karena gejalanya kan indikasinya bisa dari apa aja. Apa lagi gue ada maag. Dipencet-pencet perut, tapi sakitnya kok bukan di bagian lambung. Bisa juga dari minus mata, katanya.
Jadinya gue berencana besok cek mata. Etapi waktu gue kasih tau gimana pusingnya, pak dokter berubah pikiran dan nyuruh gue cek darah. Eh bener ternyata gue gejala tipes. Anehnya nggak pake demam itu lho.


Temen-temen yang punya gejala sama kayak gue mending langsung tes widal aja deh, walau nggak ada demam. Nanti kayak gue..
Dikasih antibiotik dan disuruh bed rest selama lima hari. Alhamdulillah mendingan. Tapi gue belum cek widal lagi, sih.

Selasa, 27 Februari 2018

Review: Natural Pacific Real Floral Toner Rose

Pasti udah banyak yang dengar tentang produk Natural Pacific yang ini, ya kan? Mungkin juga ada yang sudah menggunakan dan jadi pemakai setia.
Yup, seri Natural Pacific Real Floral Toner emang menggoda banget. Selain cantik karena diisi helai-helai bunga di dalamnya, toner ini juga diklaim mampu menghidrasi dan mencerahkan kulit wajah. Ada dua jenis, yaitu calendula dan rose. Karena katanya yang cocok untuk kulit kering adalah yang rose, gue pun beli di olshop langganan yang emang khusus jual skin care Korea.

Natural Pacific Real Floral Toner Rose

Begitu barangnya sampai, gue sempet tersepona dulu selama beberapa saat. Natural Pacific Real Floral Toner Rose ini emang cantik banget sih, botolnya plastik dan pas aja gitu di genggaman. Isinya 180ml, tapi nggak kelihatan besar, mungkin karena bentuk botolnya yang tinggi ramping. Lumayan berat.
Wanginya lembuuuuuuuttt banget, jadi kebayang pakai ini sebagai parfum, hehehehe....
Diklaim mengandung 92% ekstrak bunga mawar dan no paraben, no perfume, beberapa olshop malah bilang kalau ini no alkohol. Tapiiiiiii kalo dibaca ingredients-nya sih, sebetulnya ada turunannya :D


Ingredients

Rosa Centifolia Flower Water (92%), Butylene Glycol, Sodium Hyaluronate, Rose Extract (1000ppm), Propanediol, Hydroxyacetophenone, 1,2-Hexanediol, Centella Asiatica Extract, Dipropylene Glycol, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Extract, Mentha Piperita (Peppermint) Leaf Extract, Cymbopogon Schoenanthus Extract, Lavandula Angustifolia (Lavender) Flower Extract, Chamomila Recutita (Matricaria) Flower Extract, Chrysanthellum Indicum Extract, Allantoin, Rosa Centifolia Flower, Disodium EDTA, Dipotassium Glycyrrhizate, Phenoxyethanol  




Gue pake sebagai hydrating toner, jadi tahapannya setelah selesai cleansing. Pemakaian pertama, jujur gue kecewa. Karena selain rasa dingin sekejap, nggak ada pengaruh apa-apa. Gue sampai suujon jangan-jangan ini cuma air biasa yang dimasukin helai-helai mawar. Semacam infused water buat kulit gitu, wkwkwkwk....
Berhubung nggak ada dampak negatifnya juga, jadi gue terusin sampai seminggu.
Tetap nggak terasa pengaruh apa-apa. Kulit tetap kering. Padahal untuk produk skin care lain, biasanya seminggu udah terasa.



Abis itu, gue punya pikiran brilian: mungkin harus dipakai dengan cara toner soaked cotton kayak yang di video-video tutorialnya itu. Jadi, tonernya dituang ke wadah, terus celupin kapas, peras, tempelkan di seluruh muka. Tunggu hingga kering. Prinsipnya kurang lebih sama kayak sheet mask gitu, deh.
Makanya gue coba.


A post shared by della (@frym_) on

Hari pertama, kedua, ketiga, keempat, nggak ada perubahan apa-apa. Cuma terasa dingin aja. Masuk hari kelima, begitu kapasnya gue lepas, muncul bentol kemerahan di pipi kiri kanan. Gue sampe panik. Emang nggak banyak sih, nggak sampe belasan. Tiga-empat gitu di masing-masing pipi. Tapi kan tetep aja serem.
Buru-buru gue kompres pake COSRX Hyaluronic Acid. Alhamdulillah besokannya udah mengecil dan beberapa hari kemudian kulit gue kembali ke keadaan semula. 
Hipotesa sotoy gue sih, saking mild-nya nih toner, makanya pas dipakai sebagai toner biasa, dia nggak ngefek. Di kulit gue lho, ya. Tapi begitu gue pakai ala toner soaked cotton kayak yang di iklan-iklan itu, dia langsung bereaksi. 
Habis itu, gue nggak pernah pakai lagi tonernya (-_-")
Apakah ada yang punya pengalaman sama? Komen dong di bawah.
Versi curhat di youtube udah tayang ya bloggies, siapa tau ada yang minat nonton, hihihi....