Kamis, 19 April 2018

Gejala Tipes Tanpa Demam

Hai Bloggies, assalamualaikum :)
Lama nggak posting, begitu posting langsung tentang penyakit (-_-")
Jadi, waktu awal Maret tuh selama seminggu, gue berasa capek banget tiap nyampe rumah pulang ngantor. Lemes gitu. Terus hari Kamis-Jumat tanggal 8-9 Maret 2018 itu puncak-puncak lemesnya. Berasa keliyengan aja di jalan. Kayaknya nggak sanggup naik Tije, akhirnya selama dua hari itu PP pake gojek. 
Mual-mual, tapi nggak ada muntah. 
Pusingnya juga parah, kayak di-press dari depan dan belakang. Itu tuh hilang-timbul-hilang-timbul. Diukur pake termometer, normal. Gue juga nggak ngerasa demam. Gue bawa tidur aja dengan harapan besokannya sembuh. Eh ternyata hari Sabtu makin parah. Bahkan buat bangun dari kasur aja nggak sanggup. Kasian anak gue jadi nggak bisa les renang karena biasanya gue yang anter.. (T^T)
Jam sepuluh akhirnya bisa bangun, tapi sakit kepalanya nggak hilang-hilang. Ya udah, maksain diri aja pergi ke Rumah Sakit Jakarta. Sendirian coz bapake lagi tugas luar kota.
Awalnya, dokternya bingung ofkors karena gejalanya kan indikasinya bisa dari apa aja. Apa lagi gue ada maag. Dipencet-pencet perut, tapi sakitnya kok bukan di bagian lambung. Bisa juga dari minus mata, katanya.
Jadinya gue berencana besok cek mata. Etapi waktu gue kasih tau gimana pusingnya, pak dokter berubah pikiran dan nyuruh gue cek darah. Eh bener ternyata gue gejala tipes. Anehnya nggak pake demam itu lho.


Temen-temen yang punya gejala sama kayak gue mending langsung tes widal aja deh, walau nggak ada demam. Nanti kayak gue..
Dikasih antibiotik dan disuruh bed rest selama lima hari. Alhamdulillah mendingan. Tapi gue belum cek widal lagi, sih.

Selasa, 27 Februari 2018

Review: Natural Pacific Real Floral Toner Rose

Pasti udah banyak yang dengar tentang produk Natural Pacific yang ini, ya kan? Mungkin juga ada yang sudah menggunakan dan jadi pemakai setia.
Yup, seri Natural Pacific Real Floral Toner emang menggoda banget. Selain cantik karena diisi helai-helai bunga di dalamnya, toner ini juga diklaim mampu menghidrasi dan mencerahkan kulit wajah. Ada dua jenis, yaitu calendula dan rose. Karena katanya yang cocok untuk kulit kering adalah yang rose, gue pun beli di olshop langganan yang emang khusus jual skin care Korea.

Natural Pacific Real Floral Toner Rose

Begitu barangnya sampai, gue sempet tersepona dulu selama beberapa saat. Natural Pacific Real Floral Toner Rose ini emang cantik banget sih, botolnya plastik dan pas aja gitu di genggaman. Isinya 180ml, tapi nggak kelihatan besar, mungkin karena bentuk botolnya yang tinggi ramping. Lumayan berat.
Wanginya lembuuuuuuuttt banget, jadi kebayang pakai ini sebagai parfum, hehehehe....
Diklaim mengandung 92% ekstrak bunga mawar dan no paraben, no perfume, beberapa olshop malah bilang kalau ini no alkohol. Tapiiiiiii kalo dibaca ingredients-nya sih, sebetulnya ada turunannya :D


Ingredients

Rosa Centifolia Flower Water (92%), Butylene Glycol, Sodium Hyaluronate, Rose Extract (1000ppm), Propanediol, Hydroxyacetophenone, 1,2-Hexanediol, Centella Asiatica Extract, Dipropylene Glycol, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Extract, Mentha Piperita (Peppermint) Leaf Extract, Cymbopogon Schoenanthus Extract, Lavandula Angustifolia (Lavender) Flower Extract, Chamomila Recutita (Matricaria) Flower Extract, Chrysanthellum Indicum Extract, Allantoin, Rosa Centifolia Flower, Disodium EDTA, Dipotassium Glycyrrhizate, Phenoxyethanol  




Gue pake sebagai hydrating toner, jadi tahapannya setelah selesai cleansing. Pemakaian pertama, jujur gue kecewa. Karena selain rasa dingin sekejap, nggak ada pengaruh apa-apa. Gue sampai suujon jangan-jangan ini cuma air biasa yang dimasukin helai-helai mawar. Semacam infused water buat kulit gitu, wkwkwkwk....
Berhubung nggak ada dampak negatifnya juga, jadi gue terusin sampai seminggu.
Tetap nggak terasa pengaruh apa-apa. Kulit tetap kering. Padahal untuk produk skin care lain, biasanya seminggu udah terasa.



Abis itu, gue punya pikiran brilian: mungkin harus dipakai dengan cara toner soaked cotton kayak yang di video-video tutorialnya itu. Jadi, tonernya dituang ke wadah, terus celupin kapas, peras, tempelkan di seluruh muka. Tunggu hingga kering. Prinsipnya kurang lebih sama kayak sheet mask gitu, deh.
Makanya gue coba.


A post shared by della (@frym_) on

Hari pertama, kedua, ketiga, keempat, nggak ada perubahan apa-apa. Cuma terasa dingin aja. Masuk hari kelima, begitu kapasnya gue lepas, muncul bentol kemerahan di pipi kiri kanan. Gue sampe panik. Emang nggak banyak sih, nggak sampe belasan. Tiga-empat gitu di masing-masing pipi. Tapi kan tetep aja serem.
Buru-buru gue kompres pake COSRX Hyaluronic Acid. Alhamdulillah besokannya udah mengecil dan beberapa hari kemudian kulit gue kembali ke keadaan semula. 
Hipotesa sotoy gue sih, saking mild-nya nih toner, makanya pas dipakai sebagai toner biasa, dia nggak ngefek. Di kulit gue lho, ya. Tapi begitu gue pakai ala toner soaked cotton kayak yang di iklan-iklan itu, dia langsung bereaksi. 
Habis itu, gue nggak pernah pakai lagi tonernya (-_-")
Apakah ada yang punya pengalaman sama? Komen dong di bawah.
Versi curhat di youtube udah tayang ya bloggies, siapa tau ada yang minat nonton, hihihi....




Kamis, 18 Januari 2018

Pengalaman Pertama: Double Cleansing dan Double Toning

Haaaaaaaiii, Bloggies. Assalamualaikum :)
Kalo kamu "berguru" skin care lewat youtube channel-nya Female Daily yang di-host Kak Affi Assegaf, pasti sering banget ya denger double cleansing, double toning. Tiap kali ada video ngebahas masalah kulit di channel itu, solusinya selalu dua hal tersebut. 
Jadi ya udah, gue pun nyobain. Udah hampir dua bulan sejak gue rutin melakukan double cleansing-double toning, makanya gue berani posting di sini, he he he....

Sebelumnya, kita bahas dulu kenapa kita harus melakukan double cleansing? 

Katanya sih: 
first cleanser untuk membersihkan segala debu dan zat kimia yang melekat di kulit kita karena pemakaian make up. 
Second cleanser: untuk memastikan nggak ada lagi kotoran yang tersisa, plus mengangkat sisa first cleanser.
Makanya, double cleansing-double toning ini biasanya gue lakukan malam hari aja, karena kalo pagi gue cukup pakai cleanser-tonernya Sariayu Martha Tilaar yang mawar :D

Jenis First Cleanser

First cleanser yang disarankan Kak Affi adalah yang berbentuk oil, balm, lotion, atau milk kayak Viva dkk. 
Kak Affi nggak menyarankan micellar water sebagai first cleanser, karena nggak cukup kuat mengangkat make up (bisa dilihat di video "Skincare Routine untuk Remaja dan Pemula"). 

Jenis Second Cleanser

Facial wash, facial foam, atau gel wash. 

Yang Gue Pakai

First cleanser: Cetaphil Gentle Skin Cleanser. 
Second cleanser: Sariayu Econature Gel Fash Wash.


www.dellafirayama.com

Untuk Cetaphil, gue punya pengalaman unik. Jadi, sebelumnya berkat racun Suhay, gue coba beli si Gentle Skin Cleanser ini. Emang nggak terlalu ada perubahan yang gimana-gimana sih, tapi karena nggak ada kerusakan yang terjadi juga, gue terusin. Nah, di tengah-tengah pemakaian itu kan, gue menang Giveaway-nya Beauty Journal Sociolla yang salah satu hadiahnya adalah Cetaphil ini 250 ml. Lumayan banget, kan. 
Jadi begitu botol pertama habis, gue lanjut pakai botol kedua ini. Awalnya juga nggak ada efek apa-apa. Eh terus tanggal 9-10 Januari kemaren, selesai pake kok muka terasa panas. Lama pula. Hari kedua malah sampe 45 menit baru mendingan. Agak ngeri sih, tapi besokannya gue coba lagi pakai cara basah. Selama ini gue kan, pakai cara kering: diratain ke seluruh muka sambil agak dipijat, terus diseka dengan kapas. Mungkin dua hari kemarin itu ada iritasi karena pemakaian kurang banyak atau gimana, soalnya pas menggunakan cara basah a.k.a dibasuh air, nggak panas lagi, tuh.
Jadi masih gue lanjut sampai hari ini, cuma ganti cara aja :) 
Gue juga pernah coba pakai Biore Make Up Remover Cleansing Oil sebagai first cleanser. Second cleansernya tetap Sariayu Econature Gel Fash Wash. Nah, hasilnya emang bagus bangeeeeeeeettt....
Akhirnya gue putuskan untuk pakai daily. Eh, masuk hari keempat gue purging, sodara-sodara. Ya udah gue berhentiin dan balik ke Cetaphil. Jadi pasangan Biore Make Up Remover Cleansing Oil-Sariayu Econature Gel Face Wash ini cuma gue pakai untuk hapus make up kondangan.


www.dellafirayama.com

Oiya. Kenapa gue pilih Sariayu Econature Nutreage Gel Face Wash-nya? Pertama, karena sejauh ini gue nggak pernah bermasalah dengan produk Sariayu. Kedua, ada iming-iming antiaging, he he he.... 
Sebetulnya baunya kurang enak. Mungkin karena fragrance-nya emang sedikit. Tapi busanya sedikit banget, suatu hal yang gue cari dari facial wash. Dan setelah dibilas, nggak ada tuh rasa cekit-cekit atau kayak ketarik-tarik di muka. Malahan muka jadi lembap dan halus. Me likey ^^ 

Sariayu Econature Nutreage Gel Face Wash


Sekarang, lanjut ke double toning. 
Nah, double toning itu sendiri terdiri atas exfoliating toner dan hydrating toner. Intinya, abis kulit muka di-exfoliate, terus dikasih sesuatu yang hydrating. Yes I know, it doesn't seem make any sense. Mendingan dari awal juga nggak usah dikasih apa-apa, ya nggak sih? Itu kan kayak abis disiksa terus dikasih hadiah. Kenapa nggak hydrate doang?

Kenapa harus pakai exfoliating toner?

Sesuai namanya, exfoliating toner berguna untuk exfoliate atau melepaskan sel kulit mati, juga untuk menyeimbangkan pH kulit yang berkurang pada tahap double cleansing.

Apa fungsi hydrating toner?

Lagi-lagi sesuai namanya, hydrating toner dimaksudkan untuk memberi kelembapan dan mempersiapkan kulit menerima tahap berikutnya.

Yang Gue Pakai

Exfoliating toner: Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion.
Kak Affi menyarankan beberapa produk untuk exfoliating toner. Karena kulit gue cenderung kering, gue pilih Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion. Gue cari yang jual share in jar-nya sih, karena biasalah, emak medit. Tau sendiri berapa kisaran harga skin care yang masuk videonya FD, wkwkwkwk....  
Kalo emang cocok, baru gue beli yang ukuran sebenarnya.
Awalnya, gue pakai 3x seminggu. Setelah nggak menimbulkan efek apa-apa, baru rutin gue pakai tiap sore sepulang kerja.

Hydrating toner: COSRX Hyaluronic Acid Hydra Power Essence.
Nah, yang ini gue nggak tau bener atau nggak nih, tapi karena Kak Affi bilang bahwa hydrating toner adalah toner yang mengandung hyaluronic acid dengan tekstur lebih kental dan memberi iming-iming hydrating/moisturizing, gue langsung inget COSRX Hyaluronic Acid Hydra Power Essence yang gue dapat dari giveaway yang gue sebut di atas. Jadi itulah yang gue pakai.
Oh iya, gue awalnya udah pakai COSRX ini sebagai toner selama dua minggu dan beneran terasa kulit lebih lembap dan kenyal. Abis itu, baru gue combine dengan Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion tadi. 
Setelah dua minggu pemakaian bareng, beneran emang kulit gue terasa jauh lebih bagus, baik dari segi kelembapan maupun kehalusan. 
Tapi harus diingat, tahapan double toning ini wajib diikuti ketelatenan memakai sunblock karena dengan melakukan double toning, kulit kita jadi lebih rentan terhadap UVA/UVB. 


www.dellafirayama.com

Kesan Keseluruhan 


Kalo baca-baca review, ada orang-orang yang udah merasakan (plus melihat) perbedaan yang terjadi di kulit mereka sejak hari pertama mempraktikkan double cleansing-double toning ini. Buat gue, perbedaannya baru tampak jelas pada minggu kedua. Ya namanya juga kulit orang beda-beda :)
Gue bersyukur akhrinya memutuskan untuk mencoba empat langkah yang awalnya terlihat nggak masuk akal ini, wkwkwkwk.... 
Muka jadi glowing, lebih kenyal.  
Btw abis ini gue mau coba pakai Pixi Glow Tonic ah, buat gantiin Hada Labo Tamagohada Mild Peeling-nya :p
Oh iya, di bawah ini gue sertakan link dari FD tentang double cleanser dan double toning, ya. Semoga membantu :)






Selasa, 02 Januari 2018

Review: Pixy Lip Cream No. 03 (Classic Red), No. 08 (Delicate Pink), No. 12 (Mild Peach)

Review Pixy Lip Cream
Hai haiiiii... 
Selamat datang di blog ini, selamat membaca postingan pertama di tahun 2018 ^^
Agak telat sih (atau telat banget ya? Hehehe...), aku hari ini mau ngomongin Pixy Lip Cream. Niat awal ke counter make up langganan cuma mau beli shade no. 12. Apa daya melihat deretan warnanya yang cantik-cantik itu akhirnya jadi beli tiga :D
Pixy Lip Cream awalnya hanya mengeluarkan enam shade yang warnanya cukup variatif, dari pink keunguan sampai merah marun. Kemudian menyusul shade berikutnya, yaitu shade 7-12 dan itu nude semua. Cakep semua.

Tampilan
Dari segi kemasan, kotak Pixy Lip Cream berwarna hitam. Shade-nya bisa dilihat di bagian bawah kotak. Kode lipstik ada di dasar kotak.
Botol Pixy Lip Cream berwarna hitam dengan tutup warna pink. Warna lipstik bisa dilihat di bagian bawah botol yang dibuat transparan. Kode lipstik berupa stiker, ditempel di bagian luar dasar botol.
Aplikatornya kecil dan agak miring, menurutku sih pas untuk mengoleskan lipstik, apa lagi kalau sebelumnya dilukis dengan lip liner.
Beratnya 4 gr, harga Rp45.000,00 (tergantung tempat beli juga sih kayaknya).

Sekarang, yuk kita bahas tiga shade yang aku beli.

1.  No. 03 (Classic Red)
Warna merah cabai dengan hint oranye. Aku sih nggak pede pakai ini sebibir-bibir terus keluar rumah, wkwkwkwk....
Tapi warnanya cantik, yang ngoleksi lipstik warna merah harus punya sih menurutku :)

Pixy Lip Cream Classic Red

Pixy Lip Cream Classic Red

Pixy Lip Cream Classic Red

Pixy Lip Cream Classic Red

2. No. 08 (Delicate Pink)
Warnanya pink pucat, beberapa orang bilang warnanya mendekati warna bibir asliku, makanya aku jarang banget pakai. Daripada disangka nggak pakai lipstik, hehehe....
Kayaknya bagus pakai lipstik ini untuk mengimbangi riasan mata bold. Shade ini nggak bisa menutupi bibirku yang kehitaman dalam sekali oles, harus beberapa kali oles.

Pixy Lip Cream Delicate Pink

Pixy Lip Cream Delicate Pink

Pixy Lip Cream Delicate Pink

Pixy Lip Cream Delicate Pink

3. No. 12 (Mild Peach)
Warna nude yang paling cocok di tone kulit dan wajah aku so far. Nggak bikin pucat, tapi masih kelihatan pakai lipstik. Bikin muka terlihat lebih cerah :)

Pixy Lip Cream Mild Peach

Pixy Lip Cream Mild Peach
Pixy Lip Cream Mild Peach

Pixy Lip Cream Mild Peach

Pendapat Pribadi
Aku suka kemasannya, simpel dan ringan. Tapi formulanya bikin kering bibir walaupun sebelumnya udah pakai lip balm. Udah gitu, karena dasarnya bibirku emang kering ya, setelah satu jam juga garis-garis bibir terlihat jelas. Makanya aku pakai lip cream ini untuk pemotretan aja, hehehe....
Aku punya Instagram khusus dandan-dandanan lho, bisa dilihat di @frym_ (ujung-ujungnya teteup jualan ya ceu....) 
Untuk daya tahan, lip cream ini hilang setelah dipakai makan. Tapi aku lebih suka yang begitu, sih. Kan nanti bisa di re-apply. Biar lipstiknya cepat habis, terus bisa beli lagi, hehehe....
Kamu pakai Pixy lip cream juga nggak? Share dong di kotak komen :)


Jumat, 22 Desember 2017

Web Hosting Berbayar: Ketika yang Gaptek juga Bisa Punya Hosting

Hai hai, bloggies ^^
Tahun baru biasanya ada resolusi baru, nih. Mungkin yang belum punya blog ada yang berniat bikin blog tahun depan, atau yang sudah punya blog bikin resolusi untuk lebih rajin posting. Mungkin ada juga yang berniat meng-up grade blog menjadi dot com. Atau mungkin yang sudah punya dot com ingin berpindah web hosting?
Gue sih awalnya udah ngerasa nyaman dengan jasa web hosting yang sekarang gue pakai. Secara gue kan gaptek parah. Gue masih inget waktu pertama kali upgrade blog ke dot com, segala macam kode CSS harus diganti, belum kalau mau ganti template blog dll, dll. Nggak kebayang kalau harus pindah. Eh tapi secara nggak sengaja, gue nemu Hostinger. Yang ditawarkan menarik, lagi.
Seperti bisa dilihat di website-nya, www.hostinger.co.id, Hostinger menyediakan tiga pilihan web hosting: single, premium, bisnis. Tentunya bisa dipilih sesuai kebutuhan bloggies semua.


Hostinger


Hostinger


Tapi menurut gue sih, walaupun kamu baru banget bikin blog, mendingan langsung pilih yang premium, jangan single. Soalnya harga promonya cuma beda Rp16.100,00, tapi keuntungan yang dikasih premium beda jauh banget dari single. 
Kalau Web Hosting Single, disk space yang diberikan hanya 10GB dengan bandwidth 100GB, 1 database MySQL, 1 user FTP, 1 akun e-mail, dan fitur website builder.
Sedangkan diWeb Hosting Premium, bandwidth-nya unlimited, database MySQL-nya unlimited, 3x optimasi kecepatan WordPress, SSD disk space unlimited juga, plus fitur website builder.


Hostinger

Nah, buat kamu yang pengin coba tapi masih ragu-ragu, Hostinger menyediakan jasa coba dulu selama 30 hari. Nggak gratis sih, kamu tetap bakal kena charge sebesar web hosting yang kamu pilih. Tapiiiiiiii… asiknya nih, kalau saat masa percobaan kamu ngerasa nggak puas, kamu bisa ngebatalin dan ada jaminan uang 100% kembali. Ya tentunya untuk T & C lebih lanjut, bisa ditanyakan ke customer service di 02745011390 atau menggunakan fitur live chat yang aktif tujuh hari dalam seminggu, 24 jam sehari, 365 hari setahun.  


Hostinger

Caranya gampang, kok. Tinggal klak klik klak klik, selesai. Klik Coba Selama 30 Hari, klik pilihan kamu, nanti kamu dibawa ke laman Cart. Di situ, ada pilihan apakah kamu mau mengamankan web kamu dari virus dan hacker, tentunya dengan biaya tambahan. Ada pilihan dari 3 bulan hingga 60 bulan.


Hostinger

Hostinger


Lalu, masukkan nama domain yang kamu inginkan. Selain dot com, kamu juga bisa memilih dot-dot lain sesuai tema blog kamu. Ada dot xyz, dot com, dot net, dot info, dot online, dot store, dot tech.
Kalau isinya tentang sains, teknologi, dan semacamnya, kamu bisa pilih dot tech. Kalau kamu punya toko online, bisa pilih yang dot online atau dot store. 


Hostinger


Nanti, nama yang kamu pilih akan dicek apakah masih tersedia atau nggak. Kalau masih, silakan ambil. Kalau nggak, ya mohon maaf, kamu harus cari nama baru.
Untuk tutorial, selain bertanya pada CS dan via live chat, kamu juga bisa ngoprek sendiri. Di bagian paling bawah di Home, ada pilihan Tutorial. 



Hostinger


Hostinger

Biasanya yang bikin kita (gue sih tepatnya) berganti hosting adalah kita udah punya domain yang mapan. Di Hostinger, domain kita bisa ditransfer. Pengoperasiannya juga mudah. 
Setelah selesai, klik Check Out. 


Hostinger

Atau kamu mau coba bikin website sendiri? Di Hostinger ada fasilitas website builder yang prosesnya sama mudahnya dengan mengoperasikan paket domain dan hosting. Nggak butuh kemampuan coding yang luar biasa. Cocok deh buat emak-emak gaptek semacam daku inih :D
Website builder yang ditawarkan Hostinger memiliki desain visual yang mudah digunakan serta dioptimasi untuk SEO. 



Kamis, 23 November 2017

Review Sensatia Botanicals Anti Wrinkle Serum for 30+ Years

Review Sensatia Botanicals Anti Wrinkle Serum for 30+ Years

Gue masih inget banget dulu zaman kuliah, ada temen gue yang kulitnya berminyak. Nah, sore-sore menjelang Asar gitu kulitnya udah minyakan gitu kan ya, terus dia blot mukanya pake kertas minyak. Itu part yang selalu gue suka karena abis itu mukanya kelihatan glowing banget. Sesuatu yang nggak pernah gue alami karena kulit gue keringnya parah, sering ngeletek gitu (apa sih padanan bahasa Indonesianya buat ngeletek?), ditambah sensitif juga. 
Sedihnya, konon pemilik kulit kering akan lebih cepat berkeriput karena kadar minyaknya yang sedikit itu. Apa lagi faktor pertambahan usia. Tambah tua kan kulitnya juga mengalami penurunan kualitas. Makanya penting untuk pakai produk yang sesuai usia.
Dua bulan lalu, ada diskon Sensatia Botanicals di www.nihonmart.id. Udah lama pengin coba brand ini, tapi harganya itu lho yang bikin maju mundur mau beli, wkwkwkwk....
Pas dia bilang diskon pun gue masih ceki-ceki toko sebelah, soalnya gue pernah ngalamin ada salah satu e-commerce yang gembar-gembor diskon 50%, tapi pas gue cek di counter malah lebih murah di counter coba. Itu gimana ceritanya? Jadi misalkan untuk yang harga pasarannya Rp100.000,00, dia tulis harga aslinya Rp275.000,00 gitu. Diskon 50% pun tetep aja mahal. Pret  bangetlah pokoknya. Untung gue belom belanja di sono.
Balik lagi ke Sensatia Botanicals tadi, karena setelah gue cek diskonnya itu beneran, dan walaupun udah diskon pun harganya masih kemahalan bagi Della-si-medit, gue beranikan diri membeli Sensatia Botanicals Anti Wrinkle Serum ini dengan mengabaikan saldo rekening gue yang menjerit pedih. 

Review Sensatia Botanicals Anti Wrinkle Serum for 30+ Years

Karena bahan dasarnya herbal, baunya cukup menyengat. Tapi gue nggak masalah, suami juga nggak, jadi gue jalan terus. Dipakai setiap hari sebelum tidur sebagai step terakhir skin care routine. Gue nggak pake krim malam sih, jadi urutannya cuma double cleansing - toner (gue nggak double toning) - serum ini.
Percobaan pertama waktu itu gue pake jam tujuh malem. Dia kan botolnya pipet gitu ya, jadi cukup tiga tetes untuk seluruh wajah. 
Sampe jam 11 malem, kulit gue masih terasa lembab, tapi besokan paginya balik kering lagi. Tadinya gue udah lemes aja tuh, masa udah mehong gini nggak ada hasilnya, pikir gue. Tapi gue tetap pake terus. 
Setelah satu minggu pemakaian rutin, baru kulit gue terasa lembab pas bangun pagi walaupun rada siangan balik kering lagi.
Dua minggu kemudian, hasilnya terlihat. Kulit tambah lembab, kenyal, dan kerutan gue berkurang. Setelah satu bulan, gue makin jatuh cinta dengan kulit gue, hihihi....
Ini udah masuk dua bulan, kerutan di kening dan di dekat alis (karena gue sering mengernyit) udah berkurang banyak. Dan akhirnya gue bisa merasakan kulit glowing juga xD
Btw ini cuma 20 ml ya, jadi kalo kamu beli online, jangan kaget pas barangnya sampe.

Review Sensatia Botanicals Anti Wrinkle Serum for 30+ Years

Selain untuk 30+, Sensatia Botanicals juga menyediakan yang Anti Wrinkle Serum untuk 40+ dan 50+. 

Jumat, 27 Oktober 2017

Review: Revlon Natural Glamorous Blush On Shade Soft Spoken Pink

Hai hai Bloggies, assalamualaikum :)
Siapa di sini yang suka pakai blush on? Gue dulu tuh pakai blush on kalo mau kondangan aja, itu pun pinjam punya mama atau punya adik yang tone kulitnya beda dari gue, no wonder warnanya bikin pipi gue kayak abis ditabok. Jadi mesti tipis-tipiiiiisss banget pakainya, jadi agak traumatis sama blush on, wkwkwkwk....
Terus gue juga pernah bereksperimen dengan lipstik. How to dan hasilnya udah pernah di-post di blog juga kok, bisa dibaca di sini :)
Pakai eyeshadow juga pernah gue post di Instagram:



Sampai akhirnya pada suatu hari, gue putuskan I've had enough! Trauma ini harus diakhiri! Dengan memberanikan diri, gue pun pergi ke Pasar Slipi coz di sana ada counter kosmetik yang udah jadi langganan dan mbak-mbaknya tepercaya banget. Kalo jelek dia bilang jelek, kalo bagus dia rekomenin sampe gue teracuni :D
Gue tanya blush on yang warnanya pink natural. Dia rekomenin Revlon Natural Glamorous Blush On. Harganya Rp95.000,00. Ada lima warna: Fleshtone, Soft Spoken Pink, Natural Nude, Sandalwood Beige, Tawny Red. Dia bilang Soft Spoken Pink udah yang paling pas deh kalo yang gue cari adalah warna pink natural.

Revlon Natural Glamorous Blush On Shade Soft Spoken Pink

Dalam satu paket blush on ini udah ada satu kuas kecilnya, tapi nggak gue pakai karena gue punya kuas favorit buat blush on, Morphe R4. 
Yang gue suka dari Revlon ini adalah saat dioles di pipi, warnanya nggak langsung keluar, jadi enak banget buat di-build up. Nggak usah takut kayak abis ditabokin. 
Dan warnanya natural. Kalo kulit kamu cool undertone kayak gue dan masih malu-malu-tapi-mau untuk pakai blush on, warna ini bisa dicoba.
Kalau baca beberapa review sih ada yang bilang blush on ini ada shimmer walau nggak terlalu kentara. Nah, di muka gue shimmer-nya nggak muncul sama sekali, makanya gue langsung jatuh cinta.
Hasilnya di wajah kayak gini:




Semoga review ini membantu, ya :)