Kamis, 21 Juni 2018

Review: From Nature AGE Intense Treatment Essence

From Nature AGE Intense Treatment Essence

Hai, assalamualaikum semua ^^
Mumpung masih suasana lebaran, mohon maaf lahir batin yaaaa.. Semoga amalan Ramadan kita diterima. Aamiin....
Hari ini, gue mau ngomongin first essence. Awalnya gara-gara udah nyaris putus asa karena muka kok gini-gini aja sih, padahal udah double cleansing, pake serum, dan rajin maskeran. Baca sana-sini, googling ke mana-mana, akhirnya gue sampai pada kesimpulan: kayaknya gue butuh first essence, deh.
First essence berfungsi memberikan hidrasi pada kulit dan bekerja pada level sel, makanya kalau pas dapet yang bagus, hasilnya akan kelihatan dalam seminggu. Pernah baca kalau untuk perawatan wajah bagi pemula, jangan langsung pakai yang premium. Pakai yang level biasa dulu. Masalahnya, yang namanya first essence itu nggak ada yang murce, sodara-sodara. 
Akhirnya setelah timbang sana-sini, gue putuskan untuk memakai From Nature AGE Intense Treatment Essence ini. Harganya Rp420.000,00.

From Nature AGE Intense Treatment Essence
   
Ingredients:


Galactomyces Ferment Filtrate, Niacinamide, Water, Adenosine, Sodium Hyaluronate, Butylene Glycol, Portulaca Oleracea Extract, Ipomoea Hederacea Seed Extract, Paeonia Albiflora Flower Extract, Saccharomyces/Angelica Dahurica Root Fermen Extract, Ethylhexylglycerin, Phenoxyethanol, Chlorphenesin

AGE Intense Treatment Essence ini mengandung 95,7% fermentasi galactomyces, fermentasi yang juga dikandung Pitera dari SKII. Diklaim mampu mencerahkan, menghidrasi, mengurangi kemerahan pada kulit, dan mencegah keriput. Tapi buat yang terakhir ini gue udah pasrah, sih. Namanya juga baru ribet skinkeran umur segini. Ya udahlah terima aja segala kerutan itu sebagai hadiah dari alam :D
Sebotol isi 150ml, botolnya berat. Sepertinya sih botol beling, tapi ggak tau juga. Nggak minat nguji coba juga, hehehe....

From Nature AGE Intense Treatment Essence

Di bagian mulutnya ada semacam pelindung untuk mencegah isinya tumpah kalau botolnya terbalik. Teksturnya cair. Nggak secair air, tapi juga nggak sekental serum. In between, lah. Nggak ada bau yang tercium.Tuang secukupnya di telapak tangan, ratakan, lalu usap merata ke wajah sambil ditekan-tekan. Ini cara pakai gue, nggak tau juga yang benernya gimana. 
Pertama pakai, gue langsung suka. Cepat terserap dan nggak ada efek negatif yang terjadi.
Seminggu pemakaian, beneran hasilnya terlihat. Gue beli ini tanggal 20 Mei 2018, berarti sekarang udah sebulan dan gue suka ^^

From Nature AGE Intense Treatment Essence

Mohon maaf nggak punya foto before, tapi foto ini diambil setelah dua pekan pemakaian rutin, dipakai pagi dan malam hari. 
Mencerahkan? Iya. 
Hidrasi? Duh, iya bangeeeeeeeeett kusuka xD
Noda-noda matahari? Ofkors masih ada, tapi biarin ajalah. Ajaib kalo bisa hilang tanpa laser itu mah, wkwkwkwk....
Kerutan? Nggak ngaruh sih, masih tetap ada :D
Urutan pemakaiannya: double cleansing - first essence - hydrating toner - serum, dan lanjutannya. Jadi kalau mau hasil yang terlihat, jangan cuma pakai satu produk, ya. Harus diikuti rangkaian berikutnya. Jangan sampai kayak gue, bertahun-tahun cuma pakai satu krim pelembap, nggak pakai serum nggak pakai sunscreen nggak double cleansing, tapi ngimpi pengin muka kinclong :D
Insya Allah habis ini ada postingan skin care routine terbaru. Lagi :D
  

Jumat, 27 April 2018

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering (Updated)

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering

Assalamualaikum, Bloggies :)
Mungkin masih ada yang ingat, saya dulu pernah posting tentang cara saya merawat kulit kering ini di sini dan di sini.
Udah lama banget ye kan? Nah, sejak November 2017 sampai sekarang, ada satu rutinitas skin care yang saya praktikkan dan alhamdulillah cocok, dalam arti nggak bikin bruntusan, nggak panas di kulit, nggak bikin gatel-gatel, intinya nggak menimbulkan reaksi negatif di kulit saya yang biasanya rewel. Tentu aja ini berdasarkan pengalaman pribadi saya ya, saya sama sekali bukan ahli skin care. Semoga postingan ini berguna bagi bloggies yang memiliki masalah kulit yang sama dengan saya: kering, sensitif, ada komedo di hidung dan dagu, pori-pori besar di pipi, dan usia menjelang 40 tahun (udah mengalami gejala aging :D).


Langkah-langkahnya:

1. Double Cleansing
Sudah pernah saya posting di sini tentang double cleansing double toning. Sayangnya sekarang yang saya praktikkan cuma double cleansing aja. Setelah dua bulan, saya tau kalau kulit saya nggak butuh toner, hehehe....
Kata orang-orang sih ini berarti saya cuma belum nemu toner yang cocok aja, tapi setelah dua bulan pakai double toning dan malah bikin break out parah plus kulit menggelap, ya udahlah saya berhenti aja. Saya orangnya traumaan :p
Nah, untuk double cleansing, saya bagi jadi dua kategori: double cleansing untuk dandanan kantor dan double cleansing untuk full make up.
Dandan kantor saya cuma terdiri atas Hyaluronic Acid, sunscreen, bedak tabur, eyeliner, maskara, brow liner, dan lipstik.
Makanya first cleansing-nya milk cleanser ajah (saya pakai Mustika Ratu) dan face wash (saya pakai Sariayu Econature Nutreage Gel Face Wash).
Btw ini face wash bagus menurut saya, dia nggak menimbulkan sensasi ketarik-tarik abis dipake, malah bikin terasa lembap dan halus.
Sekarang sih udah habis dan udah beli Senka Facial Whip sebagai gantinya. Review Senka insya Allah menyusul ya ^^

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering

Untuk full make up, saya pakai Biore Cleansing Oil sebagai first cleanser. Second cleansernya tetap.

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering

2. Night Routine

Setelah itu, lanjut Hyaluronic Acid (saya pakai COSRX), serum anti aging (saya pakai Sensatia Botanicals anti wrinkle for 30+, sudah saya review di sini), eye cream (saya pakai Sariayu Econature), dan terakhir Etude wink lash dengan harapan bisa bikin bulu mata memanjang :D
Saya punya mata panda, ini keturunan sih, makanya saya pakai eye cream bukan untuk menghilangkannya karena ya emang mustahil aja. Saya lebih mencari fungsi melembapkannya dan Sariayu eye cream ini udah memenuhi semua ekspektasi saya :)

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering

3. Mengatasi Komedo

Untuk menghilangkan komedo, saya masih tetap pakai Biore Pore Pack yang hitam, selang-seling dengan Jeju Volcanic Lava the Face Shop. Saya pakai dua kali sepekan, tiap hari Rabu dan Sabtu. Oiya, saya pakai pore pack di hidung dan di dagu. Untuk cara pakai, bisa dilihat di Instagram saya ^^ #teteupjualan


Urutannya:
Double cleansing - Biore Pore Pack - masker untuk calming. Kadang saya pakai Freeman yang Golden Grain, kadang sheet mask. Tergantung mood aja xD
Freeman Golden Grain ini teksturnya bening kental dengan glitter keemasan. Cara pakainya dioleskan ke seluruh wajah, hati-hati jangan terlalu dekat mata. Ada sengatan rasa panas soalnya. Tunggu kering, bilas dengan air. Ini saya pakai hari Rabu.

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering


Untuk hari Sabtu, dengan asumsi saya nggak dandan ya, urutannya facial scrub (saya pakai Sariayu Putih Langsat Facial Scrub), Biore Pore Pack atau Jeju Volcanic Lava, sisa-sisanya nanti dibersihkan dengan micellar water/toner/make up remover, tergantung apa yang ada, lanjut calming mask.
Kalau sorenya saya dandan, urutannya first cleanser - facial scrub - biore pore pack/Jeju - calming mask.
Saya pakai Jeju Volcanic Lava kalau lagi ada jerawat di hidung atau dekat pipi atau di dagu, pokoknya yang berisiko kena pore pack-nya soalnya daya tarik pore pack ini kuat banget, beda dengan Jeju ini. 

Night Skin Care Routine untuk Kulit Kering

4. Jerawat

Saya jarang banget sih jerawatan (mungkin saking kulitnya kering), tapi sekalinya muncul tuh gede. Biasanya saya totol aja pakai L'oreal clay mask, bawa tidur, baru dibilas besok paginya. Biasanya tiga hari juga udah hilang. 

Selain semua urutan di atas, saya juga selalu memastikan untuk cukup minum, cukup tidur, dan memperhatikan asupan gizi karena selain dari luar, kita juga harus me-mantain kulit dari dalam, kan? :)
Adakah rekan bloggies yang pakai produk yang sama? Share dong skin care routine kamu di kotak komen ^^

Kamis, 19 April 2018

Gejala Tipes Tanpa Demam

Hai Bloggies, assalamualaikum :)
Lama nggak posting, begitu posting langsung tentang penyakit (-_-")
Jadi, waktu awal Maret tuh selama seminggu, gue berasa capek banget tiap nyampe rumah pulang ngantor. Lemes gitu. Terus hari Kamis-Jumat tanggal 8-9 Maret 2018 itu puncak-puncak lemesnya. Berasa keliyengan aja di jalan. Kayaknya nggak sanggup naik Tije, akhirnya selama dua hari itu PP pake gojek. 
Mual-mual, tapi nggak ada muntah. 
Pusingnya juga parah, kayak di-press dari depan dan belakang. Itu tuh hilang-timbul-hilang-timbul. Diukur pake termometer, normal. Gue juga nggak ngerasa demam. Gue bawa tidur aja dengan harapan besokannya sembuh. Eh ternyata hari Sabtu makin parah. Bahkan buat bangun dari kasur aja nggak sanggup. Kasian anak gue jadi nggak bisa les renang karena biasanya gue yang anter.. (T^T)
Jam sepuluh akhirnya bisa bangun, tapi sakit kepalanya nggak hilang-hilang. Ya udah, maksain diri aja pergi ke Rumah Sakit Jakarta. Sendirian coz bapake lagi tugas luar kota.
Awalnya, dokternya bingung ofkors karena gejalanya kan indikasinya bisa dari apa aja. Apa lagi gue ada maag. Dipencet-pencet perut, tapi sakitnya kok bukan di bagian lambung. Bisa juga dari minus mata, katanya.
Jadinya gue berencana besok cek mata. Etapi waktu gue kasih tau gimana pusingnya, pak dokter berubah pikiran dan nyuruh gue cek darah. Eh bener ternyata gue gejala tipes. Anehnya nggak pake demam itu lho.


Temen-temen yang punya gejala sama kayak gue mending langsung tes widal aja deh, walau nggak ada demam. Nanti kayak gue..
Dikasih antibiotik dan disuruh bed rest selama lima hari. Alhamdulillah mendingan. Tapi gue belum cek widal lagi, sih.

Selasa, 27 Februari 2018

Review: Natural Pacific Real Floral Toner Rose

Pasti udah banyak yang dengar tentang produk Natural Pacific yang ini, ya kan? Mungkin juga ada yang sudah menggunakan dan jadi pemakai setia.
Yup, seri Natural Pacific Real Floral Toner emang menggoda banget. Selain cantik karena diisi helai-helai bunga di dalamnya, toner ini juga diklaim mampu menghidrasi dan mencerahkan kulit wajah. Ada dua jenis, yaitu calendula dan rose. Karena katanya yang cocok untuk kulit kering adalah yang rose, gue pun beli di olshop langganan yang emang khusus jual skin care Korea.

Natural Pacific Real Floral Toner Rose

Begitu barangnya sampai, gue sempet tersepona dulu selama beberapa saat. Natural Pacific Real Floral Toner Rose ini emang cantik banget sih, botolnya plastik dan pas aja gitu di genggaman. Isinya 180ml, tapi nggak kelihatan besar, mungkin karena bentuk botolnya yang tinggi ramping. Lumayan berat.
Wanginya lembuuuuuuuttt banget, jadi kebayang pakai ini sebagai parfum, hehehehe....
Diklaim mengandung 92% ekstrak bunga mawar dan no paraben, no perfume, beberapa olshop malah bilang kalau ini no alkohol. Tapiiiiiii kalo dibaca ingredients-nya sih, sebetulnya ada turunannya :D


Ingredients

Rosa Centifolia Flower Water (92%), Butylene Glycol, Sodium Hyaluronate, Rose Extract (1000ppm), Propanediol, Hydroxyacetophenone, 1,2-Hexanediol, Centella Asiatica Extract, Dipropylene Glycol, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Extract, Mentha Piperita (Peppermint) Leaf Extract, Cymbopogon Schoenanthus Extract, Lavandula Angustifolia (Lavender) Flower Extract, Chamomila Recutita (Matricaria) Flower Extract, Chrysanthellum Indicum Extract, Allantoin, Rosa Centifolia Flower, Disodium EDTA, Dipotassium Glycyrrhizate, Phenoxyethanol  




Gue pake sebagai hydrating toner, jadi tahapannya setelah selesai cleansing. Pemakaian pertama, jujur gue kecewa. Karena selain rasa dingin sekejap, nggak ada pengaruh apa-apa. Gue sampai suujon jangan-jangan ini cuma air biasa yang dimasukin helai-helai mawar. Semacam infused water buat kulit gitu, wkwkwkwk....
Berhubung nggak ada dampak negatifnya juga, jadi gue terusin sampai seminggu.
Tetap nggak terasa pengaruh apa-apa. Kulit tetap kering. Padahal untuk produk skin care lain, biasanya seminggu udah terasa.



Abis itu, gue punya pikiran brilian: mungkin harus dipakai dengan cara toner soaked cotton kayak yang di video-video tutorialnya itu. Jadi, tonernya dituang ke wadah, terus celupin kapas, peras, tempelkan di seluruh muka. Tunggu hingga kering. Prinsipnya kurang lebih sama kayak sheet mask gitu, deh.
Makanya gue coba.


A post shared by della (@frym_) on

Hari pertama, kedua, ketiga, keempat, nggak ada perubahan apa-apa. Cuma terasa dingin aja. Masuk hari kelima, begitu kapasnya gue lepas, muncul bentol kemerahan di pipi kiri kanan. Gue sampe panik. Emang nggak banyak sih, nggak sampe belasan. Tiga-empat gitu di masing-masing pipi. Tapi kan tetep aja serem.
Buru-buru gue kompres pake COSRX Hyaluronic Acid. Alhamdulillah besokannya udah mengecil dan beberapa hari kemudian kulit gue kembali ke keadaan semula. 
Hipotesa sotoy gue sih, saking mild-nya nih toner, makanya pas dipakai sebagai toner biasa, dia nggak ngefek. Di kulit gue lho, ya. Tapi begitu gue pakai ala toner soaked cotton kayak yang di iklan-iklan itu, dia langsung bereaksi. 
Habis itu, gue nggak pernah pakai lagi tonernya (-_-")
Apakah ada yang punya pengalaman sama? Komen dong di bawah.
Versi curhat di youtube udah tayang ya bloggies, siapa tau ada yang minat nonton, hihihi....




Kamis, 18 Januari 2018

Pengalaman Pertama: Double Cleansing dan Double Toning

Haaaaaaaiii, Bloggies. Assalamualaikum :)
Kalo kamu "berguru" skin care lewat youtube channel-nya Female Daily yang di-host Kak Affi Assegaf, pasti sering banget ya denger double cleansing, double toning. Tiap kali ada video ngebahas masalah kulit di channel itu, solusinya selalu dua hal tersebut. 
Jadi ya udah, gue pun nyobain. Udah hampir dua bulan sejak gue rutin melakukan double cleansing-double toning, makanya gue berani posting di sini, he he he....

Sebelumnya, kita bahas dulu kenapa kita harus melakukan double cleansing? 

Katanya sih: 
first cleanser untuk membersihkan segala debu dan zat kimia yang melekat di kulit kita karena pemakaian make up. 
Second cleanser: untuk memastikan nggak ada lagi kotoran yang tersisa, plus mengangkat sisa first cleanser.
Makanya, double cleansing-double toning ini biasanya gue lakukan malam hari aja, karena kalo pagi gue cukup pakai cleanser-tonernya Sariayu Martha Tilaar yang mawar :D

Jenis First Cleanser

First cleanser yang disarankan Kak Affi adalah yang berbentuk oil, balm, lotion, atau milk kayak Viva dkk. 
Kak Affi nggak menyarankan micellar water sebagai first cleanser, karena nggak cukup kuat mengangkat make up (bisa dilihat di video "Skincare Routine untuk Remaja dan Pemula"). 

Jenis Second Cleanser

Facial wash, facial foam, atau gel wash. 

Yang Gue Pakai

First cleanser: Cetaphil Gentle Skin Cleanser. 
Second cleanser: Sariayu Econature Gel Fash Wash.


www.dellafirayama.com

Untuk Cetaphil, gue punya pengalaman unik. Jadi, sebelumnya berkat racun Suhay, gue coba beli si Gentle Skin Cleanser ini. Emang nggak terlalu ada perubahan yang gimana-gimana sih, tapi karena nggak ada kerusakan yang terjadi juga, gue terusin. Nah, di tengah-tengah pemakaian itu kan, gue menang Giveaway-nya Beauty Journal Sociolla yang salah satu hadiahnya adalah Cetaphil ini 250 ml. Lumayan banget, kan. 
Jadi begitu botol pertama habis, gue lanjut pakai botol kedua ini. Awalnya juga nggak ada efek apa-apa. Eh terus tanggal 9-10 Januari kemaren, selesai pake kok muka terasa panas. Lama pula. Hari kedua malah sampe 45 menit baru mendingan. Agak ngeri sih, tapi besokannya gue coba lagi pakai cara basah. Selama ini gue kan, pakai cara kering: diratain ke seluruh muka sambil agak dipijat, terus diseka dengan kapas. Mungkin dua hari kemarin itu ada iritasi karena pemakaian kurang banyak atau gimana, soalnya pas menggunakan cara basah a.k.a dibasuh air, nggak panas lagi, tuh.
Jadi masih gue lanjut sampai hari ini, cuma ganti cara aja :) 
Gue juga pernah coba pakai Biore Make Up Remover Cleansing Oil sebagai first cleanser. Second cleansernya tetap Sariayu Econature Gel Fash Wash. Nah, hasilnya emang bagus bangeeeeeeeettt....
Akhirnya gue putuskan untuk pakai daily. Eh, masuk hari keempat gue purging, sodara-sodara. Ya udah gue berhentiin dan balik ke Cetaphil. Jadi pasangan Biore Make Up Remover Cleansing Oil-Sariayu Econature Gel Face Wash ini cuma gue pakai untuk hapus make up kondangan.


www.dellafirayama.com

Oiya. Kenapa gue pilih Sariayu Econature Nutreage Gel Face Wash-nya? Pertama, karena sejauh ini gue nggak pernah bermasalah dengan produk Sariayu. Kedua, ada iming-iming antiaging, he he he.... 
Sebetulnya baunya kurang enak. Mungkin karena fragrance-nya emang sedikit. Tapi busanya sedikit banget, suatu hal yang gue cari dari facial wash. Dan setelah dibilas, nggak ada tuh rasa cekit-cekit atau kayak ketarik-tarik di muka. Malahan muka jadi lembap dan halus. Me likey ^^ 

Sariayu Econature Nutreage Gel Face Wash


Sekarang, lanjut ke double toning. 
Nah, double toning itu sendiri terdiri atas exfoliating toner dan hydrating toner. Intinya, abis kulit muka di-exfoliate, terus dikasih sesuatu yang hydrating. Yes I know, it doesn't seem make any sense. Mendingan dari awal juga nggak usah dikasih apa-apa, ya nggak sih? Itu kan kayak abis disiksa terus dikasih hadiah. Kenapa nggak hydrate doang?

Kenapa harus pakai exfoliating toner?

Sesuai namanya, exfoliating toner berguna untuk exfoliate atau melepaskan sel kulit mati, juga untuk menyeimbangkan pH kulit yang berkurang pada tahap double cleansing.

Apa fungsi hydrating toner?

Lagi-lagi sesuai namanya, hydrating toner dimaksudkan untuk memberi kelembapan dan mempersiapkan kulit menerima tahap berikutnya.

Yang Gue Pakai

Exfoliating toner: Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion.
Kak Affi menyarankan beberapa produk untuk exfoliating toner. Karena kulit gue cenderung kering, gue pilih Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion. Gue cari yang jual share in jar-nya sih, karena biasalah, emak medit. Tau sendiri berapa kisaran harga skin care yang masuk videonya FD, wkwkwkwk....  
Kalo emang cocok, baru gue beli yang ukuran sebenarnya.
Awalnya, gue pakai 3x seminggu. Setelah nggak menimbulkan efek apa-apa, baru rutin gue pakai tiap sore sepulang kerja.

Hydrating toner: COSRX Hyaluronic Acid Hydra Power Essence.
Nah, yang ini gue nggak tau bener atau nggak nih, tapi karena Kak Affi bilang bahwa hydrating toner adalah toner yang mengandung hyaluronic acid dengan tekstur lebih kental dan memberi iming-iming hydrating/moisturizing, gue langsung inget COSRX Hyaluronic Acid Hydra Power Essence yang gue dapat dari giveaway yang gue sebut di atas. Jadi itulah yang gue pakai.
Oh iya, gue awalnya udah pakai COSRX ini sebagai toner selama dua minggu dan beneran terasa kulit lebih lembap dan kenyal. Abis itu, baru gue combine dengan Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Lotion tadi. 
Setelah dua minggu pemakaian bareng, beneran emang kulit gue terasa jauh lebih bagus, baik dari segi kelembapan maupun kehalusan. 
Tapi harus diingat, tahapan double toning ini wajib diikuti ketelatenan memakai sunblock karena dengan melakukan double toning, kulit kita jadi lebih rentan terhadap UVA/UVB. 


www.dellafirayama.com

Kesan Keseluruhan 


Kalo baca-baca review, ada orang-orang yang udah merasakan (plus melihat) perbedaan yang terjadi di kulit mereka sejak hari pertama mempraktikkan double cleansing-double toning ini. Buat gue, perbedaannya baru tampak jelas pada minggu kedua. Ya namanya juga kulit orang beda-beda :)
Gue bersyukur akhrinya memutuskan untuk mencoba empat langkah yang awalnya terlihat nggak masuk akal ini, wkwkwkwk.... 
Muka jadi glowing, lebih kenyal.  
Btw abis ini gue mau coba pakai Pixi Glow Tonic ah, buat gantiin Hada Labo Tamagohada Mild Peeling-nya :p
Oh iya, di bawah ini gue sertakan link dari FD tentang double cleanser dan double toning, ya. Semoga membantu :)






Selasa, 02 Januari 2018

Review: Pixy Lip Cream No. 03 (Classic Red), No. 08 (Delicate Pink), No. 12 (Mild Peach)

Review Pixy Lip Cream
Hai haiiiii... 
Selamat datang di blog ini, selamat membaca postingan pertama di tahun 2018 ^^
Agak telat sih (atau telat banget ya? Hehehe...), aku hari ini mau ngomongin Pixy Lip Cream. Niat awal ke counter make up langganan cuma mau beli shade no. 12. Apa daya melihat deretan warnanya yang cantik-cantik itu akhirnya jadi beli tiga :D
Pixy Lip Cream awalnya hanya mengeluarkan enam shade yang warnanya cukup variatif, dari pink keunguan sampai merah marun. Kemudian menyusul shade berikutnya, yaitu shade 7-12 dan itu nude semua. Cakep semua.

Tampilan
Dari segi kemasan, kotak Pixy Lip Cream berwarna hitam. Shade-nya bisa dilihat di bagian bawah kotak. Kode lipstik ada di dasar kotak.
Botol Pixy Lip Cream berwarna hitam dengan tutup warna pink. Warna lipstik bisa dilihat di bagian bawah botol yang dibuat transparan. Kode lipstik berupa stiker, ditempel di bagian luar dasar botol.
Aplikatornya kecil dan agak miring, menurutku sih pas untuk mengoleskan lipstik, apa lagi kalau sebelumnya dilukis dengan lip liner.
Beratnya 4 gr, harga Rp45.000,00 (tergantung tempat beli juga sih kayaknya).

Sekarang, yuk kita bahas tiga shade yang aku beli.

1.  No. 03 (Classic Red)
Warna merah cabai dengan hint oranye. Aku sih nggak pede pakai ini sebibir-bibir terus keluar rumah, wkwkwkwk....
Tapi warnanya cantik, yang ngoleksi lipstik warna merah harus punya sih menurutku :)

Pixy Lip Cream Classic Red

Pixy Lip Cream Classic Red

Pixy Lip Cream Classic Red

Pixy Lip Cream Classic Red

2. No. 08 (Delicate Pink)
Warnanya pink pucat, beberapa orang bilang warnanya mendekati warna bibir asliku, makanya aku jarang banget pakai. Daripada disangka nggak pakai lipstik, hehehe....
Kayaknya bagus pakai lipstik ini untuk mengimbangi riasan mata bold. Shade ini nggak bisa menutupi bibirku yang kehitaman dalam sekali oles, harus beberapa kali oles.

Pixy Lip Cream Delicate Pink

Pixy Lip Cream Delicate Pink

Pixy Lip Cream Delicate Pink

Pixy Lip Cream Delicate Pink

3. No. 12 (Mild Peach)
Warna nude yang paling cocok di tone kulit dan wajah aku so far. Nggak bikin pucat, tapi masih kelihatan pakai lipstik. Bikin muka terlihat lebih cerah :)

Pixy Lip Cream Mild Peach

Pixy Lip Cream Mild Peach
Pixy Lip Cream Mild Peach

Pixy Lip Cream Mild Peach

Pendapat Pribadi
Aku suka kemasannya, simpel dan ringan. Tapi formulanya bikin kering bibir walaupun sebelumnya udah pakai lip balm. Udah gitu, karena dasarnya bibirku emang kering ya, setelah satu jam juga garis-garis bibir terlihat jelas. Makanya aku pakai lip cream ini untuk pemotretan aja, hehehe....
Aku punya Instagram khusus dandan-dandanan lho, bisa dilihat di @frym_ (ujung-ujungnya teteup jualan ya ceu....) 
Untuk daya tahan, lip cream ini hilang setelah dipakai makan. Tapi aku lebih suka yang begitu, sih. Kan nanti bisa di re-apply. Biar lipstiknya cepat habis, terus bisa beli lagi, hehehe....
Kamu pakai Pixy lip cream juga nggak? Share dong di kotak komen :)


Jumat, 22 Desember 2017

Web Hosting Berbayar: Ketika yang Gaptek juga Bisa Punya Hosting

Hai hai, bloggies ^^
Tahun baru biasanya ada resolusi baru, nih. Mungkin yang belum punya blog ada yang berniat bikin blog tahun depan, atau yang sudah punya blog bikin resolusi untuk lebih rajin posting. Mungkin ada juga yang berniat meng-up grade blog menjadi dot com. Atau mungkin yang sudah punya dot com ingin berpindah web hosting?
Gue sih awalnya udah ngerasa nyaman dengan jasa web hosting yang sekarang gue pakai. Secara gue kan gaptek parah. Gue masih inget waktu pertama kali upgrade blog ke dot com, segala macam kode CSS harus diganti, belum kalau mau ganti template blog dll, dll. Nggak kebayang kalau harus pindah. Eh tapi secara nggak sengaja, gue nemu Hostinger. Yang ditawarkan menarik, lagi.
Seperti bisa dilihat di website-nya, www.hostinger.co.id, Hostinger menyediakan tiga pilihan web hosting: single, premium, bisnis. Tentunya bisa dipilih sesuai kebutuhan bloggies semua.


Hostinger


Hostinger


Tapi menurut gue sih, walaupun kamu baru banget bikin blog, mendingan langsung pilih yang premium, jangan single. Soalnya harga promonya cuma beda Rp16.100,00, tapi keuntungan yang dikasih premium beda jauh banget dari single. 
Kalau Web Hosting Single, disk space yang diberikan hanya 10GB dengan bandwidth 100GB, 1 database MySQL, 1 user FTP, 1 akun e-mail, dan fitur website builder.
Sedangkan diWeb Hosting Premium, bandwidth-nya unlimited, database MySQL-nya unlimited, 3x optimasi kecepatan WordPress, SSD disk space unlimited juga, plus fitur website builder.


Hostinger

Nah, buat kamu yang pengin coba tapi masih ragu-ragu, Hostinger menyediakan jasa coba dulu selama 30 hari. Nggak gratis sih, kamu tetap bakal kena charge sebesar web hosting yang kamu pilih. Tapiiiiiiii… asiknya nih, kalau saat masa percobaan kamu ngerasa nggak puas, kamu bisa ngebatalin dan ada jaminan uang 100% kembali. Ya tentunya untuk T & C lebih lanjut, bisa ditanyakan ke customer service di 02745011390 atau menggunakan fitur live chat yang aktif tujuh hari dalam seminggu, 24 jam sehari, 365 hari setahun.  


Hostinger

Caranya gampang, kok. Tinggal klak klik klak klik, selesai. Klik Coba Selama 30 Hari, klik pilihan kamu, nanti kamu dibawa ke laman Cart. Di situ, ada pilihan apakah kamu mau mengamankan web kamu dari virus dan hacker, tentunya dengan biaya tambahan. Ada pilihan dari 3 bulan hingga 60 bulan.


Hostinger

Hostinger


Lalu, masukkan nama domain yang kamu inginkan. Selain dot com, kamu juga bisa memilih dot-dot lain sesuai tema blog kamu. Ada dot xyz, dot com, dot net, dot info, dot online, dot store, dot tech.
Kalau isinya tentang sains, teknologi, dan semacamnya, kamu bisa pilih dot tech. Kalau kamu punya toko online, bisa pilih yang dot online atau dot store. 


Hostinger


Nanti, nama yang kamu pilih akan dicek apakah masih tersedia atau nggak. Kalau masih, silakan ambil. Kalau nggak, ya mohon maaf, kamu harus cari nama baru.
Untuk tutorial, selain bertanya pada CS dan via live chat, kamu juga bisa ngoprek sendiri. Di bagian paling bawah di Home, ada pilihan Tutorial. 



Hostinger


Hostinger

Biasanya yang bikin kita (gue sih tepatnya) berganti hosting adalah kita udah punya domain yang mapan. Di Hostinger, domain kita bisa ditransfer. Pengoperasiannya juga mudah. 
Setelah selesai, klik Check Out. 


Hostinger

Atau kamu mau coba bikin website sendiri? Di Hostinger ada fasilitas website builder yang prosesnya sama mudahnya dengan mengoperasikan paket domain dan hosting. Nggak butuh kemampuan coding yang luar biasa. Cocok deh buat emak-emak gaptek semacam daku inih :D
Website builder yang ditawarkan Hostinger memiliki desain visual yang mudah digunakan serta dioptimasi untuk SEO.